Body shaming adalah tindakan mengolok-olok bentuk tubuh orang lain. Baik dengan tujuan bercanda atau benar-benar menghina. Olok-olok ini sebaik tidak pernah dilakukan karena dapat menyebabkan masalah psikologis pada korbannya.
- Putri Stevania
- Jumat, 04 September 2020 - 15:05 WIB
WowKeren - Body shaming adalah tindakan mengolok-olok bentuk tubuh orang lain. Baik dengan tujuan bercanda atau benar-benar menghina. Korban body shaming sering kali adalah wanita gemuk. Namun hal ini juga berlaku untuk kaum pria dan mereka yang bertubuh kurus.
Kegiatan mengolok-olok ini juga semakin sering terjadi di media sosial, yang tak jarang berubah menjadi cyberbullying. Olok-olok ini sebaik tidak pernah dilakukan karena dapat menyebabkan masalah psikologis pada korbannya.
Body shaming sering dipandang sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, dampak perilaku ini bisa sangat berbahaya baik secara fisik maupun mental orang yang menerimanya. Apa saja? Berikut tim WowKeren rangkum beberapa dampak buruk yang korban body shaming rasakan. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Menurunkan Rasa Percaya Diri Korban
Guyonan yang mengarah ke fisik juga bisa dikategorikan sebagai body shamming. Meski hanya bercandaan, namun hal ini bisa menjadi penyebab seseorang menjadi insecure dan enggak percaya diri. Seseorang yang insecure akan menarik diri dari lingkungan sekitar dan kehilangan kepercayaan diri.
Korban body shaming rentan mengalami rasa rendah diri dan marah kepada dirinya sendiri. Mereka seolah terdoktrinasi oleh perkataan orang lain sehingga cenderung selalu melihat bentuk fisiknya dari sisi yang negatif. Hal ini juga meningkatkan gangguan psikologis pada korban.
2. Membuat Korban Menutup Diri
Seseorang yang insecure akan menarik diri dari lingkungan sekitar dan kehilangan kepercayaan diri. Jika sudah begini, jangan salahkan orang itu karena menjadi pendiam dan enggak banyak berinteraksi.
Korban cenderung merasa bahwa orang-orang hanya akan melihat dia dari tampilan fisik sehingga dia enggan menunjukkan diri pada dunia luar. Padahal, dia juga enggak ingin memiliki kekurangan seperti sekarang. Untuk itu, mulai sekarang cobalah mengerti perasaan orang sebelum mengomentari fisiknya.
3. Melakukan Hal Ekstrem Untuk Memperbaiki Kondisi Fisiknya
Korban body shaming memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan hal-hal ekstrem demi memperbaiki fisiknya yang dia rasa kurang. Misal, karena sering dibilang gendut, korban langsung melakukan diet ekstrem yang bisa saja mengancam kesehatannya hanya agar terlihat kurus.
Tak hanya itu, mereka bisa saja nekat melakukan hal apa saja meski berbahaya untuk memperbaiki kondisi fisiknya, demi memuaskan orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, stop body shaming agar orang lain bisa mencintai diri mereka apa adanya ya.
4. Meningkatkan Risiko Obesitas
Gangguan kesehatan mental lainnya yang berhubungan dengan body shaming adalah binge eating disorder. Hal ini umumnya terjadi pada seseorang yang terlalu kurus, karena membuatnya akan makan tanpa henti. Dirinya akan berusaha keras agar dapat menambah berat badan dengan cepat, sehingga tidak diejek karena tubuhnya yang kurus.
Hal tersebut justru membuat mereka rentan obesitas karena makan dengan tak terkontrol. Di sisi lain, orang gemuk yang menjadi korban olok-olok, sering kali mengalami peningkatan berat badan yang signifikan. Studi lain, menunjukkan 6.157 peserta non-obesitas yang mengalami diskriminasi karena bentuk tubuhnya, 2,5 kali lebih rentan mengalami obesitas di tahun-tahun mendatang.
5. Meningkatkan Risiko Terkena Eating Disorder
Pada suatu titik, dampak dari body shaming terhadap kesehatan mental tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan atau eating disorder. Salah satu dampak dari body shaming pada kesehatan mental adalah anoreksia. Gangguan ini termasuk hal ekstrem yang terjadi untuk menurunkan berat badan karena perlakukan buruk terhadap penampilannya.
Orang yang mengalami ini akan berusaha keras agar tubuhnya menjadi kurus. Ada juga Bulimia Nervosa yakni sebuah gangguan di mana penderita mengalami obsesi berlebih untuk menjaga berat badannya dengan cara ekstrim, misalnya memuntahkan kembali makanan yang telah ia makan. Risiko dari penyakit ini sangat tinggi loh.
6. Rawan Terjadi Malnutrisi
Karena terlalu menjaga berat badannya, bisa saja orang-orang dengan obesitas atau kelebihan berat badan melakukan diet yang sangat ketat hingga terjadilah malnutrisi. Malnutrisi ini juga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
Beberapa pasien dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi, bisa mengalami kondisi ini. Umumnya, hal ini dialami pada pasien dengan kondisi gizi kurang, karena mengonsumsi terlalu sedikit makanan.
7. Depresi
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, korban body shaming mudah mengalami masalah psikologi seperti depresi. Meski tidak ada hubungan langsung antara body shaming dengan bunuh diri, depresi yang ditimbulkan olehnya tentu berkaitan. Depresi merupakan salah satu penyebab utama seseorang bunuh diri loh.
Menjadi korban body shamming sangat mungkin menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental, sehingga mereka bisa saja melakukan self-harm. Self-harm sendiri adalah kegiatan menyakiti diri yang dilakukan dengan sengaja. Hal ini biasanya merupakan ungkapan kekecewaan mereka yang tak bisa dilontarkan kepada siapapun.