Tiongkok dan India dilaporkan saling melepas tembakan setelah puluhan tahun melakukan gencatan senjata. Pada Selasa (8/9), kedua negara diduga melepaskan tembakan ke perbatasan.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 09 September 2020 - 13:11 WIB
WowKeren - Tiongkok mengatakan tentaranya terpaksa melakukan tindakan balasan setelah tentara India melintasi perbatasan Himalaya yang disengketakan dan melepaskan tembakan.
Kementerian Pertahanan Beijing menuduh India melakukan "provokasi militer yang parah" setelah tentara India melintasi Garis Kontrol Aktual (LAC) di wilayah perbatasan barat. Tentara India juga terpaksa melepaskan tembakan untuk mengancam petugas patroli pertahanan perbatasan Tiongkok.
"Pasukan pertahanan perbatasan Tiongkok terpaksa mengambil tindakan pencegahan yang sesuai untuk menstabilkan situasi medan," ujar Juru Bicara Komando Teater Barat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Zhang Shuili, sebagaimana dikutip dari CNN.
Zhang mengatakan India telah melanggar perjanjian yang dicapai kedua negara. Dia juga memperingatkan tindakan itu dapat dengan mudah menyebabkan kesalahpahaman. Ia pun meminta India untuk menarik pasukan yang melintasi perbatasan dan menyelidiki petugas yang melepaskan tembakan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tiongkok dan India dilaporkan saling melepas tembakan setelah puluhan tahun melakukan gencatan senjata. Pada Selasa (8/9) waktu setempat, kedua negara diduga melepaskan tembakan ke perbatasan yang disengketakan, tempat di mana penggunaan senjata dilarang menurut perjanjian tahun 1996.
Insiden ini terjadi hanya tiga hari setelah pertemuan antara menteri pertahanan Tiongkok dan India di ibu kota Rusia, Moskow, untuk meredakan ketegangan antara kedua negara di perbatasan.
Serangan tersebut adalah yang pertama kalinya sejak 45 tahun lalu, tepatnya sejak 1975, ketika empat tentara India tewas di perbatasan akibat tembakan. Sedangkan pada bulan Juni lalu, India kehilangan sekitar 20 tentaranya dalam pertarungan tangan kosong dengan militer Tiongkok di Garis Kontrol Aktual (LAC), perbatasan de facto dekat wilayah Himalaya di Ladakh.
Ketegangan antara kedua negara makin memanas pada September. Pernyataan yang dirilis di situs web militer Tiongkok mengatakan pasukan India secara ilegal masuk tanpa izin melalui tepi selatan Danau Pangong Tso di bagian barat perbatasan Tiongkok-India pada 7 September lalu.
Namun pihak New Delhi membantah tuduhan Beijing dan mengatakan bahwa Angkatan Darat India tidak pernah melanggar LAC atau menggunakan cara agresif apa pun, apalagi menembak. "Tiongkok terus melakukan aktivitas provokatif untuk mengeskalasi," kata Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan.
"PLA (Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok) yang secara terang-terangan melanggar perjanjian dan melakukan manuver agresif, sementara keterlibatan di tingkat militer, diplomatik dan politik sedang berlangsung," tambah pernyataan tersebut.
(wk/luth)