AS Bakal Larang Produk Impor dari Tiongkok Terkait Kasus Pelanggaran HAM Uighur
Pixabay
Dunia

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menahan pengiriman berdasarkan kecurigaan keterlibatan kerja paksa muslim Uighur, dalam produk yang diimpor dari Xinjiang.

WowKeren - Pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (AS) telah menyiapkan perintah untuk memblokir impor kapas dan tomat dari Xinjiang, Tiongkok, yang diduga sebagai hasil dari kerja paksa warga etnis Uighur yang berada di wilayah itu. Meski demikian, pengumuman resmi dari pemerintah negara adidaya tersebut masih ditunda, setelah sebelumnya dijadwalkan pada Selasa (8/9) waktu setempat.

Dilansir dari Republika, Pemerintah AS dilaporkan menunda pengumuman larangan impor kapas dan tomat dari Xinjiang hingga akhir pekan ini. Selain dua produk tersebut, ada lima lainnya yang rencananya juga diblokir, yang disebut berpotensi memicu ketegangan antara AS dan Tiongkok.

Perintah penahanan pembebasan mengizinkan badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menahan pengiriman berdasarkan kecurigaan keterlibatan kerja paksa di bawah undang-undang AS yang sudah lama berlaku untuk memerangi perdagangan manusia, pekerja anak, dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya. Presiden Donald Trump sendiri memang telah meningkatkan tekanan terhadap Tiongkok atas perlakukan terhadap warga Uighur, yang merupakan etnis minoritas di Xinjiang.

Sebelumnya, PBB melaporkan bahwa setidaknya satu juta warga Uigur ditahan di sejumlah kamp konsentrasi dan menjalani kerja paksa. Namun pemerintah Tiongkok telah membantah laporan tersebut dan mengatakan kamp-kamp sebagai pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk melawan ekstremisme.

Dalam pernyataan pada Rabu (9/9), Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa langkah AS adalah upaya menargetkan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu. Bahkan, AS juga disebut tidak peduli mengenai hak asasi manusia, yang dijadikan sebagai alasan larangan impor tersebut.


"Mereka hanya menggunakan ini sebagai dalih untuk menindas perusahaan Tiongkok, mengguncang Xinjiang dan memfitnah kebijakan di Xinjiang," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, dalam pernyataan saat jumpa pers harian pada Rabu (9/9).

Lebih lanjut, Lijian juga mengatakan Tiongkok akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan negaranya. Sedangkan pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, Brenda Smith, mengatakan bahwa larangan impor yang efektif akan mencakup seluruh rantai pasokan untuk kapas, dari benang hingga tekstil dan pakaian jadi, serta tomat, pasta tomat, dan ekspor regional lainnya.

"Kami memiliki bukti yang masuk akal, tetapi tidak konklusif, bahwa ada risiko kerja paksa dalam rantai pasokan yang terkait dengan tekstil kapas dan tomat yang keluar dari Xinjiang. Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk itu,” jelas Smith.

Undang-undang AS mengharuskan badan tersebut untuk menahan pengiriman dalam kasus tuduhan kerja paksa, seperti yang berasal dari badan nonpemerintah. Larangan itu bisa berdampak luas bagi pengecer dan produsen pakaian jadi AS, serta produsen makanan.

Sebagai informasi tambahan, Tiongkok memang memproduksi sekitar seperlima dari kapas dunia, di mana sebagian besar berasal dari Xinjiang, yang juga merupakan salah satu wilayah pengimpor serat terbesar di dunia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait