Saat diperiksa dokter, awalnya ia didiagnosis menderita radang tenggorokan. Namun, orang tua Tanner curiga putri mereka menderita gangguan kesehatan yang lebih serius
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 14 September 2020 - 14:50 WIB
WowKeren - Seorang remaja di Florida dilaporkan meninggal karena infeksi ameba langka pemakan otak. Peristiwa itu bermula ketika ia sedang menikmati liburan keluarga.
Menurut media berita lokal, Tanner Wall dan keluarganya belum lama tinggal di perkemahan di Florida Utara, yang memiliki taman air dan danau tempat bocah itu berenang. Beberapa hari setelah berenang Tanner mengalami sejumlah gejala mulai dari mual, muntah, sakit kepala hingga leher.
Saat diperiksa dokter, awalnya ia didiagnosis menderita radang tenggorokan. Namun, orang tua Tanner curiga jika putri mereka menderita gangguan kesehatan yang lebih serius.
Tak puas dengan hasil diagnosa dokter, mereka pun membawa Tanner ke UF Health di Gainesville, Florida, untuk meminta pendapat kedua. Di sana, Tanner ditempatkan pada ventilator.
"Mereka berkata, 'Kami minta maaf untuk memberi tahu Anda tentang hal ini, tetapi anak Anda… memiliki ameba parasit, dan tidak ada obatnya,'" kata ayah Tanner, Travis Wall, kepada News4Jax seperti dilansir dari Live Science, Senin (14/9). Hingga akhirnya bocah malang tersebut dinyatakan meninggal pada 2 Agustus akibat infeksi Naegleria fowleri.
Berdasarkan keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Naegleria fowleri merupakan organisme bersel tunggal yang secara alami ditemukan di air tawar yang hangat, seperti danau dan sungai. Infeksi sebagian besar dilaporkan terjadi di negara bagian selatan.
Pada dasarnya, menelan air yang mengandung ameba ini tidak akan menyebabkan infeksi. Namun akan berakibat fatal jika air tersebut masuk ke saluran hidung dan naik ke otak. Organisme ini akan masuk dan merusak otak.
CDC menyebutkan tingkat harapan hidup bagi orang yang telah terinfeksi ini hanya sebesar 3 persen. Kendati demikian, pada dasarnya infeksi ini sangat jarang terjadi. Selama periode 10 tahun terakhir, AS melaporkan hanya ada 34 kasus infeksi.
Kendati demikian, Business Insider menyebut jika infeksi menjadi lebih banyak terjadi belakangan ini seiring dengan naiknya suhu air. Yang mana, hal ini tak lepas dari perubahan iklim. Kasus Tanner adalah kasus kematian kedua akibat ameba pemakan otak di Florida selama musim panas ini. Kematian pertama terjadi pada 3 Juli lalu.
(wk/zodi)