Andien Akui Terpukul Saat Dibully Soal Parenting, Sempat Parno Nyanyi di Depan Banyak Orang
Instagram/andienaisyah
Selebriti

Andien menceritakan prosesnya menyembuhkan diri dari ketakutan akibat di-bully banyak orang. Gara-gara bully-an tersebut, Andien sempat tak fokus mendidik sang buah hati.

WowKeren - Andien menceritakan perasaannya saat mendapat bully-an mengenai gaya parenting-nya terhadap anak pertamanya, Kawa. Gaya parenting Andien memang sempat menuai pro dan kontra di masa lalu. Pelantun "Gemintang" tersebut rupanya sempat amat terpukul.

"Walaupun banyak yang menanggapi baik, tapi banyak juga yang menanggapi tidak baik," kata Andien kepada Dave Hendrik di kanal YouTube Harper's Bazaar Indonesia. "Mungkin circle yang paling deket aja yang tahu bahwa betapa terpukulnya aku. Karena aku merasa proses parenting-ku itu bener-bener terdistorsi, jadi pecah konsentrasi."

"Waktu itu di beberapa platform, di beberapa media, itu sampe ada thread tentang aku dan proses parenting-ku yang ampe ratusan ribu komen simply untuk nge-bully aku, suamiku, dan anakku," ungkapnya. "Dan itu setiap hari walaupun aku enggak liat tapi nyampe ke telingaku."


Bully-an tersebut membuat Andien menjadi tidak fokus pada proses parenting terhadap sang putra. Andien juga merasa tak nyaman saat bernyanyi atau berada di area publik. Sebab Andien merasa semua orang sedang membicarakan dan mengkritiknya.

"Setiap aku berdua (sama) Kawa, yang kepikiran itu ke situ terus. Harusnya kan aku fokus ke anakku," beber Andien. "Cuman rasanya sampe kebawa-bawa enggak cuman saat aku sedang bersama keluargaku. Bahkan ketika aku nyanyi misalnya. Ampe parno gitu."

"Misalnya aku nyanyi di depan berapa ribu orang, deretan depan kan pada bawa handphone. Itu aku ketakutan sampe gemeter gitu 'Apakah orang-orang ini sedang akan ngirim ke grup WhatsApp-nya trus dicela-cela'," imbuh wanita 35 tahun ini. "Misalnya aku di public space gitu, ada orang yang lagi bisik-bisik, aku ngerasanya pasti mereka ngomongin aku."

Andien kemudian berusaha menyelesaikannya, baik dari sisi internal maupun eksternal. Sampai akhirnya Andien bertemu dengan pelatih yang mendalami deep psychology. Pertemuan mereka membuat Andien sembuh sehingga sang suami pun ikut berkonsultasi dengan pelatihnya.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts