Jadi Peluang Menjanjikan di Tengah Pandemi, Ini 7 Kiat Sukses Memulai Bisnis Ikan Hias
AFP/Vivek Prakash
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Sejak pandemi Corona merebak, ada banyak orang yang memelihara ikan hias untuk mengusir rasa bosan. Karena itu, jangan lewatkan kesempatan tersebut untuk memulai bisnis ikan hias yang memiliki peluang menjanjikan di tengah pandemi.

WowKeren - Pandemi virus Corona yang meluas begitu cepat tentunya ikut mempengaruhi perputaran roda ekonomi. Ada banyak pengusaha yang bangkrut, karyawan di-PHK hingga dirumahkan. Alhasil, jumlah pengangguran pun meningkat.

Apa Anda juga terdampak oleh pandemi ini? Jika iya, sebaiknya jangan patah semangat dan menyerah begitu saja. Sebab ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk bangkit, salah satunya adalah dengan memulai bisnis ikan hias.


Bisnis satu ini memiliki peluang yang cukup menjanjikan di tengah pandemi. Pasalnya tak sedikit orang yang memelihara ikan hias untuk membunuh rasa bosan saat menghabiskan terlalu banyak waktunya di rumah. Aktivitas satu ini juga ampuh menghilangkan stres dan memunculkan perasaan bahagia meski harus "terkurung" di dalam rumah.

Untuk itu, tim WowKeren akan menghadirkan beberapa tips memulai bisnis ikan hias di tengah pandemi yang bisa Anda terapkan dengan mudah. Penasaran apa saja itu? Langsung saja yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Perdalam Informasi dan Tentukan Jenis Ikan Hias yang Akan Dibudidayakan


Perdalam Informasi dan Tentukan Jenis Ikan Hias yang Akan  Dibudidayakan
Unsplash/Klara Kulikova

Sebelum memulai usaha, hal yang harus Anda lakukan adalah memperdalam informasi tentang ikan hias. Anda harus mengetahui berbagai jenis ikan hias dan cara perawatannya, peralatan apa saja yang dibutuhkan, cara memberi pangan hingga mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangbiakan. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir kegagalan sehingga mampu mengembangkan bisnis menjadi lebih besar.

Setelah itu, hal berikutnya yang harus Anda perhatikan adalah menentukan jenis ikan hias apa yang akan dibudidayakan. Jika Anda masih pemula, sebaiknya jual ikan hias yang paling murah terlebih dahulu demi menghemat pengeluaran awal. Setelah bisnis berkembang, Anda bisa menjual ikan hias yang lebih variatif dengan harga yang lebih mahal.

2. Tetapkan Target Pemasaran


Tetapkan Target Pemasaran

Setelah itu, Anda harus menetapkan target pemasaran. Bisnis ini sendiri memiliki peluang untung yang besar, sebab ikan hias disukai oleh anak-anak maupun orang dewasa. Meski demikian, Anda tetap harus memahami keinginan konsumen agar dapat memulai bisnis dengan cara yang tepat.

Jika Anda masih pemula dan ingin menghemat biaya perawatan, sebaiknya targetkan konsumen dari kalangan menengah dan menengah ke bawah. Umumnya mereka lebih menyukai ikan hias yang hidup di air tawar yang tidak memerlukan perawatan ekstra seperti ikan cupang dan koki. Karena itulah Anda bisa memulai dengan modal kecil antara Rp 100-500 ribu saja.

3. Tentukan Lokasi Usaha


Tentukan Lokasi Usaha
AFP/Vivek Prakash

Tips berikutnya yang harus Anda lakukan adalah menentukan lokasi usaha. Agar bisnis Anda berjalan lancar, usahakan untuk memilih lokasi yang strategis dan bisa dilihat oleh banyak orang. Selain itu, pastikan untuk mendesain lokasi usaha Anda dengan unik dan semenarik mungkin guna menarik konsumen.

Untuk meminimalisir pengeluaran awal, Anda bisa mulai dengan menggunakan lahan depan rumah atau menyewa ruko dan kios murah. Tapi tetap pastikan untuk memilih lokasi ramai yang biasa digunakan oleh banyak orang untuk berinteraksi. Dengan begitu, peluang untuk sukses akan semakin besar.

4. Siapkan Semua Peralatan yang Dibutuhkan


Siapkan Semua Peralatan yang Dibutuhkan

Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan tentu saja tak dapat diabaikan begitu saja, sebab hal ini bisa menjadi kunci kesuksesan bisnis Anda. Di antara peralatan yang dibutuhkan adalah akuarium, kolam peliharaan, jaring, pompa air, selang dan wadah, penyaring kotoran, tabung oksigen, terpal hingga akseseori yang dapat digunakan untuk mempercantik akuarium.

Bila modal Anda belum cukup untuk membeli semua itu, sebaiknya beli peralatan yang lebih penting terlebih dahulu seperti akuarium, pompa air, selang dan wadah, penyaring kotoran hingga tabung oksigen. Setelah bisnis berkembang, Anda bisa mencicil untuk membeli peralatan pendukung lainnya.

5. Rajin Melakukan Perawatan


Rajin Melakukan Perawatan

Tips satu ini juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah satu bentuk perawatan yang harus Anda lakukan adalah rutin melakukan penggantian air. Agar ikan dapat hidup dan berkembang dengan baik, sebaiknya keluarkan sepertiga air dari tangki setiap pekan lalu ganti dengan air bersih yang segar.

Dengan melakukan cara ini, Anda dapat melarutkan bahan kimia di dalam air sehingga lingkungan ikan menjadi lebih sehat. Sebaliknya jika Anda jarang mengganti air dalam akuarium, maka akan terjadi penumpukan limbah dan menciptakan lingkungan tidak sehat bagi ikan yang Anda budidayakan.

6. Pahami Teknik Pembiakan


Pahami Teknik Pembiakan
Unsplash/Derek Lee

Tips penting berikutnya yang harus Anda perhatikan adalah memahami teknik pembiakan. Ada banyak hal yang berkaitan dengan hal ini, seperti suhu yang dibutuhkan hingga kadar pH yang tepat. Perhatikan juga bagaimana pemeliharan larva sampai menjadi ikan siap panen. Tugas Anda hanya memperhatikan perkembangannya, sebab larva tidak membutuhkan pakan karena mereka makan dari kuning telur.

Setelah berkembang menjadi ikan, Anda harus memindahkannya ke akuarium yang lebih besar. Hal ini diperlukan agar mereka dapat bergerak dengan lebih bebas sekaligus memancing pertumbuhannya. Selain itu, pastikan akuarium yang Anda gunakan tidak terlalu padat dan perhatikan pencampuran ikan agar tidak berbaur dengan predator atau musuhnya.

7. Gencar Melakukan Promosi


Gencar Melakukan Promosi
Unsplash/JJ Ying

Tips terakhir yang WowKeren berikan adalah rajin menggencarkan promosi. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mempromosikan usaha Anda, baik secara offline maupun online melalui media sosial. Usahakan untuk mengenalkan ikan hias yang Anda jual dengan lengkap dan semenarik mungkin yang mencakup jenis ikan, foto hingga harga dan diskon.

Bila perlu, cobalah bergabung dengan kelompok usaha sejenis atau komunitas pecinta ikan hias agar target Anda lebih tepat sasaran. Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjalin kerjasama dengan pengepul yang siap menerima pasokan ikan hias Anda untuk disuplai ke pasaran.

Demikian tujuh tips memulai bisnis ikan hias di tengah pandemi Corona yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips sukses memulai bisnis sayuran organik saat pandemi. Dan bagi Anda yang ingin memulai bisnis frozen food di tengah pandemi, seknya simak kiat suksesnya dalam artikel ini.

You can share this post!

Related Posts