Rekaman Video Penembakan Breonna Taylor dari Bodycam Polisi Beredar
Dunia

Rekaman tersebut menunjukkan insiden yang menewaskan wanita kulit hitam Breonna Taylor pada 13 Maret lalu, setelah petugas menggerebek apartemen tempat tinggalnya.

WowKeren - Rekaman video kamera tubuh yang memperlihatkan detik-detik penembakan yang dilakukan anggota Kepolisian Metro Louisville (LMPD), Amerika Serikat, yang menewaskan seorang perempuan kulit hitam, Breonna Taylor, telah dirilis oleh Vice News.

Rekaman tersebut menunjukkan insiden yang menewaskan Breonna Taylor di kediamannya pada 13 Maret lalu, setelah petugas menggerebek apartemennya. Dilansir dari CNN, salah satu video menunjukkan mantan Detektif Brett Hankison memasuki apartemen Breonna Taylor pasca penembakan dan dia bertanya tentang selongsong peluru yang ada di lantai.

Kemudian petugas lain yang tak dikenal memberitahunya bahwa dia harus mundur, sampai Unit Integritas Publik LMPD tiba. Namun hingga kini pengacara Brett Hanksion menolak mengomentari video tersebut.

Sedangkan video lainnya memperlihatkan ketika pacar Breonna Taylor, Kenneth Walker, ditangkap dengan tuduhan penyerangan pada polisi. Seorang petugas tak dikenal terdengar meneriakkan instruksi untuk "berjalan mundur" dan "mengangkat tangan dan berlutut". Dia mengancam akan melepaskan anjing polisi jika Walker tidak mematuhinya.

Sementara itu, pengacara keluarga Taylor, Sam Aguiar, mengatakan dia tidak berwenang untuk mengomentari video tersebut. Dalam konferensi pers pada Jumat, Sam mengatakan ada sebanyak 50 video dari kamera tubuh LMPD yang diambil dari malam ketika Taylor terbunuh.


Awalnya, Dewan Juri Jefferson County mendakwa Walker atas tuduhan percobaan pembunuhan seorang petugas polisi dan penyerangan. Namun pada Mei lalu pengacara pembela Walker, Rob Eggert, mengajukan mosi agar dakwaan dibatalkan. Eggert menuduh juri telah disesatkan oleh jaksa penuntut.

Tuduhan itu kemudian dibatalkan oleh Pengacara Persemakmuran untuk Jefferson County, Thomas Wine. Ia tidak setuju dengan pernyataan dewan juri telah disesatkan, tapi dia setuju bahwa penting bagi dewan juri untuk mendengar langsung keterangan Walker sebelum memutuskan mendakwa.

Romines menyatakan Walker tidak menembak petugas polisi Jonathan Mattingly di bagian paha. Laporan balistik dari Kepolisian Negara Bagian Kentucky tidak mendukung pernyataan jaksa penuntut yang menyebut satu peluru yang ditembakkan Walker mengenai Mattingly. Walker mengatakan dia terpaksa membela diri dengan senjata api ketika polisi berpakaian preman dengan kasar mendobrak pintu.

Ketiga petugas yang ambil bagian dalam penggerebekan apartemen Breonna Taylor tidak dituntut atas pembunuhan wanita kulit hitam tersebut. Sebaliknya, dewan juri justru mengajukan tiga dakwaan tindak pidana kepada Hankison.

Menurut Jaksa Agung Daniel Cameron, Hankison diduga menembak secara membabi buta melalui pintu dan jendela, di mana dia membahayakan seorang wanita hamil, seorang pria, dan seorang anak yang berada dalam apartemen lainnya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts