Wakil kepala Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Ahmed Al-Mansouri, menegaskan jamaah suspek virus corona dilarang memasuki Masjidil Haram saat pelaksanaan umrah dimulai.
- Nidya Putri
- Jumat, 02 Oktober 2020 - 14:12 WIB
WowKeren - Arab Saudi telah memutuskan untuk membuka kembali ibadah umrah pada 4 Oktober mendatang. Wakil kepala Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, Ahmed Al-Mansouri, menegaskan jamaah yang diduga terinfeksi virus corona dilarang memasuki Masjidil Haram.
Dalam konferensi pers pada Kamis (1/10), Al-Mansouri menjelaskan tentang pengaturan yang dibuat oleh presidensi sebelum dimulainya umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram. Kementerian Kesehatan arab saudi telah mendirikan sejumlah pusat kesehatan skala kecil yang dilengkapi secara penuh untuk menangani kasus dugaan virus corona.
Terkait umrah, jamaah akan diizinkan masuk dalam kelompok yang terdiri dari 1.000 jamaah di setiap kelompok. "Jamaah akan dipandu di jalur terpisah dari luar masjidil haram hingga mataf (area mengelilingi Ka'bah) dan akan ada 16 pemimpin yang akan menerima jamaah di halaman (pelataran) masjid dan mengarahkan mereka ke Masjidil Haram," kta Al-Mansouri dilansir di Saudi Gazette, Jumat (2/10).
Selanjutnya, untuk pelaksanaan tawaf akan dimulai secara spiral dan jamaah akan langsung melanjutkan ke masa'a (area untuk ritual sa'i antara Safa dan Marwah) setelah menyelesaikan tawaf. Lalu, jamaah akan keluar dari Masjidil Haram melalui gerbang Marwah dan Arqam setelah selesai sa'i. Jalur pertama mataf tersebut akan diperuntukkan bagi jamaah lansia dengan memakai kursi roda dan para penyandang kebutuhan khusus.
Sementara itu, Al-Mansouri mengatakan para staf wanita dari presidensi akan kembali bekerja untuk pertama kalinya setelah layanan umroh diberhentikan sementara karena pandemi. Sedangkan waktu umroh akan dimulai pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 03.00 dini hari.
"Kamera termal resolusi tinggi telah dipasang di semua pintu masuk Masjidil Haram, dengan larangan i'tikaf dan membawa makanan dan minuman ringan ke dalam masjid," tambahnya.
Al-Mansouri menambahkan, Masjidil Haram akan dibasuh (dicuci) seluruhnya 10 kali sehari sebelum dan sesudah pelaksanaan umroh oleh kelompok jamaah. Selain itu, setiap toilet akan dicuci dan disterilkan enam kali sehari.
Sedangkan karpet, kursi roda, dan eskalator di Masjidil Haram akan disterilkan secara teratur. Selanjutnya, pembersihan sistem pendingin udara dan filter udara akan dilakukan dengan sinar ultraviolet beberapa kali dalam sehari.
(wk/nidy)