Trump menyatakan dia dan Melania tertular COVID-19 melalui cuitan di Twitter. Namun, dia menyatakan gejala yang dialami tergolong ringan. Keduanya diduga tertular COVID-19 dari penasihat kepresidenan, Hope Hicks.
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 03 Oktober 2020 - 07:56 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), turut memberikan tanggapan soal kabar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Ibu Negara Melania Trump, yang positif terinfeksi virus corona (COVID-19).
"Kami mendengar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Ibu Negara, Melania Trump, dinyatakan positif COVID-19. Saya ingin memulai hari ini dengan berharap supaya mereka segera pulih seperti sedia kala. Kami turut mendoakan mereka," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus, dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir dari CNN.
Sedangkan Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, dr. Mike Ryan, menyatakan tidak bisa mengomentari lebih jauh tentang kondisi yang dialami Trump dan Melania. "Kami tidak bisa berkomentar terkait kebiasaan individu tertentu, dan kami tidak mengetahui tindak penanganan yang dilakukan terhadap individu, terutama jika dia seorang presiden," kata Ryan. "Setiap individu harus dipandu aturan yang diterbitkan negara mereka."
Ryan mengatakan untuk saat ini cara mencegah tertular virus corona adalah menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengenakan masker dan rajin mencuci tangan. "Kami tidak akan memberikan pendapat terhadap penanganan risiko atau kebiasaan perorangan. Kita adalah komunitas. Kita harus melalui saat ini bersama-sama. Saat ini bukan waktunya untuk saling mengacuhkan," imbuh Ryan.
Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Trump menyatakan dia dan Melania tertular COVID-19 melalui cuitan di Twitter. Namun, dia menyatakan gejala yang dialami tergolong ringan. Keduanya diduga tertular COVID-19 dari penasihat kepresidenan, Hope Hicks. Pasalnya sehari sebelum menyatakan positif, Trump dan Hicks pergi ke New Jersey untuk kegiatan penggalangan dana.
Terlepas dari hal tersebut, sikap Trump dalam menangani pandemi virus corona memang menuai kontroversi baik di dalam maupun di luar negeri. Di dalam negeri, Trump kerap berseberangan dengan sejumlah pakar kesehatan dan epidemiolog kerap berseteru sejak awal penanganan virus corona.
Sementara di tingkat dunia, Trump terlibat perseteruan dengan Tiongkok terkait awal mula pandemi. Trump berkeras Tiongkok harus bertanggung jawab atas terjadinya pandemi. Bukan hanya itu, Trump bahkan menuduh WHO terlalu membela Tiongkok dan menuntut WHO melakukan evaluasi penanganan pandemi, dan mengancam akan keluar dari keanggotaan lembaga itu mulai tahun depan.
(wk/luth)