Nia Ramadhani menceritakan titik terendahnya dalam hidup, yakni ketika sang papa meninggal dunia. Keluarga Nia pun sebisa mungkin tak meminta bantuan pada Ardi Bakrie.
- Neressa Prahastiwi
- Selasa, 03 November 2020 - 16:53 WIB
WowKeren - Nia Ramadhani mengungkapkan titik terendah dalam hidupnya. Meski melalui berbagai macam permasalahan hidup, titik terendah yang terus diingat Nia hanya ketika sang papa meninggal dunia pada 2014 silam.
"Titik terendah dalam hidup, waktu papaku meninggal," ujar Nia kepada Ayu Dewi. "Gue deket sama bokap gue tuh umur 17 tahun, lagi. Soalnya gue kayak baru deket bentar, trus dia enggak ada gitu. Itu kamu enggak bisa ngapa-ngapain. Cuman berserah. Berantakan."
Kala mendiang papa divonis kanker pada 2012, Nia mengaku sampai meninggalkan sang suami, Ardi Bakrie, serta anaknya untuk pergi ke Singapura. Ardi diceritakan tak masalah meski Nia telah melanggar aturan.
"Ardi, dia sangat membantu. Karena itu gue ngelanggar semua aturan tuh. Gua tinggalin suami gua, anak gua," ungkap Nia. "Jadi kan bokap gue di Singapur. Ampe bokap gue bilang 'Nia, kamu kan istri. Harusnya kamu di rumah' 'Enggak Pa'."
"Tapi gue enggak ada penyesalan pada saat bokap gue meninggal tuh kayak walaupun gua, gua sampe bilang sama Ardi 'Maaf deh', gua di situ terus," sambungnya. Nia mengaku begitu berterima kasih atas pengertian sang suami.
"Tapi Ardi berperan besar buat gue. Karena dia enggak ngeresein. Sebenernya dia bisa ngeresein 'Gila ya, kamu enggak pernah di rumah', bisa," jelas Nia. "Tapi dia enggak kayak gitu."
Ketika sang papa dirawat, Nia menyebut keluarganya enggan menerima bantuan keluarga Ardi. Namun ketika keadaan mendiang papanya sedang kritis, ibu tiga anak tersebut mau tak mau meminta tolong sang suami untuk menyediakan helikopter ambulans.
"Karena keluarga gue, kakak-kakak gue enggak pernah mau. Ardi selalu pengin bantu, kita enggak ada yang mau," cerita Nia. "Tapi saat itu, gue ngerasa ini kita emang butuh nih. Karena disuruh ada-ada aja tuh ambulans, disuruh bayarnya cash. Mahal banget, saat itu juga."
Keluarga Nia rupanya selama ini selalu bersikap demikian. Bahkan keluarganya berusaha tak berhubungan dengan perusahaan keluarga Ardi. Diakui Nia, gengsinya dan keluarga memang tinggi.
"Keluarga gue tuh, apalagi bokap gue, kayak sangat lah enggak mau. Malahan keluarga gue, kan Ardi perusahaan keluarganya banyak, keluarga gue tuh malah paling ribet," tandas Nia. "Jadi enggak boleh ada yang sampe ada hubungannya. Kan ribet ya, gengsi gue setinggi enggak tau apaan."
(wk/nere)