Pria bernama Connor Reed tersebut bekerja di sebuah sekolah di Wuhan, Tiongkok, saat dinyatakan terjangkit COVID-19 pada Desember 2019 lalu. Ia telah kembali Inggris untuk belajar bahasa Mandarin di Bangor University.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 03 November 2020 - 16:42 WIB
WowKeren - Warga Inggris pertama yang dinyatakan terjangkit virus corona (COVID-19), Connor Reed, meninggal dunia di usia 26 tahun. Menurut ibunda Reed, putranya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan tragis di universitasnya di Wales.
"Saya sangat sedih mengumumkan bahwa putra kami, Connor Reed, telah meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Universitas Bangor pada akhir pekan lalu. Dia akan sangat dirindukan oleh saudara laki-laki, keluarga dan teman-temannya. Dia memiliki senyum yang indah, antusiasme dan cinta untuk hidup," tulis ibunda Reed yang bernama Hayley dalam unggahan Facebook. "Kami diberkati karena memilikimu dalam hidup kami meski hanya untuk waktu yang sangat singkat. Beristirahatlah dalam damai, sayang."
Melansir The Sun pada Rabu (3/11), Hayley yang tinggal di Australia menjelaskan bahwa kematian anaknya disebabkan oleh "kecelakaan tragis". Menurut Hayley, putranya telah "menanggung banyak kesulitan" di Tiongkok setelah terinfeksi COVID-19. Reed harus mengalami lockdown selama 16 minggu di Wuhan, dua minggu di Australia, dan tiga minggu karantina di Inggris.
Sementara itu, juru bicara Kepolisian Wales Utara mengatakan bahwa pihaknya mendapat telepon pada Minggu (1/11) sekitar pukul 10 malam. Reed ditemukan meninggal dunia di kamar asramanya di Bangor University.
"Sayangnya, terlepas dari upaya terbaik dari teman dan paramedis, seorang siswa pria berusia 26 tahun dinyatakan meninggal di lokasi," tutur juru bicara tersebut. "Kematian itu tidak dianggap mencurigakan dan koroner untuk North West Wales, Dewi Pritchard Jones telah diinformasikan."
Sebagai informasi, Reed bekerja di sebuah sekolah di Wuhan, Tiongkok, saat dinyatakan terjangkit COVID-19 pada Desember 2019 lalu. Reed dilaporkan telah tinggal di Tiongkok selama tiga tahun untuk mengajar bahasa Inggris.
Ia sempat menjalani perawatan rumah sakit di Tiongkok selama dua pekan. Melansir The Mirror, Reed telah kembali Inggris untuk mulai belajar bahasa Mandarin di Bangor University.
"Saya tercengang ketika dokter memberi tahu saya bahwa saya terjangkit virus (corona). Saya pikir saya akan mati tetapi saya berhasil mengalahkannya. Saya menggunakan inhaler yang membantu mengontrol batuk dan meminum wiski panas dengan madu sampai habis," ungkap Reed kala itu. "Ini adalah pengobatan kuno, tetapi tampaknya berhasil."
(wk/Bert)