Menteri Luar Negeri Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger menilai pelaksanaan Pilpres AS 2020 berlangsung lancar di sejumlah wilayah, dengan angka partisipasi yang melebihi target.
- Nidya Putri
- Rabu, 04 November 2020 - 09:15 WIB
WowKeren - Amerika Serikat pada Selasa (3/11) waktu setempat telah menggelar Pemilihan Presiden 2020. Sejauh ini, pemilu di sejumlah negara bagian AS berlangsung lancar dengan angka partisipasi yang melebihi target.
Menteri Luar Negeri Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger menilai pelaksanaan Pilpres AS 2020 berlangsung sukses di kawasannya. "Rencana tindakan untuk (pemilu) November kami adalah untuk mendorong pemungutan suara absen (non-TPS/jarak jauh)," kata Raffensperger dalam konferensi pers, Selasa (3/11) sore waktu setempat.
"Tujuan kami adalah 1,5 juta pemilih memilih secara jarak jauh. Kami memiliki permintaan mencapai 1,6 juta dan kini kami mungkin memiliki hampir 1,5 juta suara yang diterima. Jadi itu adalah kemenangan bagi kami," katanya. "Juga, kami memiliki tujuan 2 juta pemilih saat pemilihan awal, dan kami melewatinya dengan 2,7 atau 2,8 (juta). Dan itu adalah sebuah kesuksesan."
Reffensperger kemudian menyebut pada hari pemilihan yaitu 3 November, pihaknya direncanakan akan menangani 2 juta pemilih yang diperkirakan datang ke berbagai TPS. Ia mengakui ada dua wilayah di negara bagian tersebut yang mengalami masalah teknis terkait data, namun telah diselesaikan dengan pelaksana pemilu setempat.
Meski begitu, permasalahan data itu berdampak pada 18 TPS di kawasan Spalding dan 7 TPS di kawasan Morgan. Sebagian besar masalah disebut telah rampung dibenahi. "Pemilihan tidak berhenti, mungkin melambat untuk beberapa waktu karena upaya perbaikan yang harus dilakukan," katanya.
Dikutip dari CNN, Reffensperger juga menyebut bahwa wilayahnya tidak mengalami masalah keamanan siber. Selain itu, ia mengatakan mereka belum menerima gugatan hukum atas surat suara yang belum tiba ke pemilih hingga sore.
Sementara itu, hal serupa juga dirasakan oleh kota Minneapolis. Direktur Pemilu Minneapolis menyebut Pemilu AS 2020 yang berlangsung di kota tersebut "amat lancar" hingga sejauh ini.
Direktur Layanan Pemilih dan Pemilu Minneapolis, Grace Wachlarowicz menyebut hingga Selasa (3/11) siang, diperkirakan ada 206.876 suara yang telah diberikan dengan partisipasi pemilih mencapai 76 persen. Minneapolis sendiri merupakan kota terbesar di Minnesota dengan jumlah penduduk mencapai 435.885 jiwa pada 2019.
Pada pemilu biasanya, angka tak partisipasi alias golongan putih di kota tersebut bisa mencapai 30 persen, dengan 65-70 persen partisipan merupakan pemilih yang datang ke TPS pada hari H pemilu. Tahun ini, Wachlarowicz menyebut angkanya berubah, yaitu sekitar 65-70 persen suara pemilih yang berpartisipasi diberikan justru melalui pemilihan absen alias jarak jauh atau non-TPS. Meski ada keterlambatan soal unggahan data, hal ini rupanya tak menghalangi masyarakat untuk tetap memilih.
(wk/nidy)