Kasus Melonjak Tak Terkendali, Satu Warga Paris Terinfeksi Corona Setiap 30 Detik
Getty Images
Dunia

Eropa terus mencatat lonjakan kasus virus corona. Prancis menjadi salah satu negara di Benua Biru yang terdampak parah oleh penyebaran COVID-19, setidaknya ada satu warga terinfeksi setiap 30 detik.

WowKeren - Situasi penyebaran virus corona di Eropa semakin mengganas setelah mengalami lonjakan kasus beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data dari worldometers, Eropa mencatatkan 10,7 juta kasus COVID-19 hingga Rabu (4/11).

Pada Selasa (3/11) contohnya, Eropa mencatat tambahan 234.136 kasus virus corona baru dalam waktu 24 jam. Salah satu negara di Benua Biru yang terdampak cukup parah oleh penyebaran COVID-19 adalah Prancis.

Prancis jadi negara dengan kasus harian terbanyak selama beberapa hari terakhir. Bahkan, ibu kota Prancis, Paris juga dilaporkan mengalami situasi gawat akibat pertambahan kasus secara signifikan.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran. Ia menyebut setidaknya ada satu warga Paris yang terinfeksi virus corona setiap 30 detik. Tak hanya itu, Veran mengklaim setiap 15 menit ada seorang warga Paris yang tiba di rumah sakit akibat COVID-19.


Dalam kesempatan ini, Veran turut menyoroti keputusan Walikota Paris Anne Hidalgo yang tetap mengizinkan toko buku kecil dan toko kecil lainnya di Paris untuk buka agar dapat menjaga perekonomian masyarakat di tengah lockdown. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat berisiko jika diterapkan mengingat penyebaran virus corona di Paris masih sangat tinggi.

"Dia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa setiap 15 menit," jelas Veran kepada radio RTL seperti dilansir dari Reuters, Rabu (4/11). "Di rumah sakit Paris ada orang sakit yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19."

"Dia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa setiap 30 detik, ada warga Paris yang terkontaminasi," sambungnya. "Kami ingin menyelamatkan Paris dan rakyat Prancis dan kami melakukannya dengan tekad dan konsistensi."

Prancis telah melaporkan rekor 52.518 kasus virus corona dalam sehari pada hari Senin (2/11) lalu. Selain itu, jumlah kematian akibat COVID-19 di negara itu telah meningkat 854 jiwa pada Selasa (3/11), sehingga total angka kematian akibat virus corona menjadi 38.289 jiwa.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait