Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga rumah tetap kokoh, aman dan nyaman ditinggali selama musim hujan. Penasaran apa saja itu? Simak informasinya berikut ini.
- Eva Lestari
- Jumat, 06 November 2020 - 13:57 WIB
WowKeren - Indonesia telah memasuki musim hujan. Hampir setiap hari hujan deras mengguyur dengan disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi membuat atap rumah bocor, air merembes di dinding, lantai kotor karena debu masuk, saluran air mampet dan masih banyak lagi.
Selain berpotensi merusak interior, tetesan air hujan juga menjadi musuh besar bagi struktur bangunan rumah. Jika sudah demikian, dikhawatirkan air akan masuk dan rumah Anda akan mengalami kerusakan secara perlahan.
Berkaitan dengan hal ini, tim WowKeren akan memberikan beberapa tips merawat rumah agar tetap aman dan nyaman ditinggali selama musim hujan. Penasaran apa saja itu? Simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut ini.
(wk/eval)1. Periksa Atap dan Langit-Langit Rumah
Salah satu kegunaan atap adalah untuk mencegah air masuk ke dalam rumah. Jika bagian ini diabaikan, berbagai masalah akan muncul seperti bocor dan rusaknya struktur rumah, khususnya bagian plafon. Kondisi ini akan semakin parah jika terus diguyur air hujan setiap hari.
Untuk mencegah hal itu terjadi, sebaiknya periksa bagian atap dan langit-langit rumah secara berkala. Cek apakah ada genteng atau asbes yang sudah rusak maupun longgar. Jika iya, pastikan untuk segera memperbaikinya agar rumah Anda tidak kebocoran di musim hujan.
2. Cek Saluran Air dan Talang Air Hujan
Tips berikutnya yang harus Anda lakukan adalah memeriksa bagian saluran air. Usahakan untuk membersihkan saluran air yaitu got maupun selokan di sekitar rumah dari kotoran dan sampah. Bila sistem drainase di sekitar rumah buruk, air bisa meluap dan membanjiri kediaman Anda.
Selain itu, Anda juga harus memastikan talang air hujan berfungsi dengan baik untuk melindungi rumah dari kerusakan. Anda bisa mulai dengan membersihkan kotoran yang memenuhi talang tersebut kemudian pastikan air bisa mengalir dengan lancar. Bila sudah, atur talang air pada posisi yang benar agar bisa mengalirkan air ke hilir dengan baik.
3. Cek Listrik dan Berbagai Peralatan Elektronik
Hawa lembab biasanya akan muncul selama musim hujan. Meski terdengar sepele, kondisi ini dapat membuat kabel listrik mudah terkelupas dan rapuh. Oleh sebab itu, Anda juga harus rutin memeriksanya untuk mencegah korsleting, sengatan listrik hingga kebakaran yang bisa membahayakan penghuni rumah.
Caranya mudah, sebab Anda hanya perlu memastikan kabel listrik telah terbungkus rapat dan rapi. Jika Anda menemukan kerusakan, pastikan untuk segera memperbaiki atau menggantinya dengan yang baru. Selain itu, usahakan untuk menjauhkan berbagai peralatan elektronik dari tempat yang mudah basah agar tidak cepat rusak.
4. Lindungi Furnitur, Terutama yang Berbahan Kayu
Tips berikutnya yang sebaiknya Anda terapkan adalah melindungi berbagai furnitur rumah, khususnya yang berbahan kayu. Jauhkan berbagai benda tersebut dari tempat yang mudah terkena cipratan air seperti area sekitar jendela atau pintu. Apabila rumah Anda menggunakan lantai kayu, pastikan untuk menjaganya tetap kering. Karena jika kayu dibiarkan lembab dan sering terkena air, risikonya untuk rusak dan lapuk akan meningkat.
Selain itu, usahakan untuk tidak menggelar karpet selama musim hujan karena hawa yang lembab membuatnya mudah bau dan menjadi sarang kuman maupun bakteri. Simpan dulu karpet Anda di tempat yang aman lalu gelar kembali saat musim kemarau tiba nanti.
5. Rawat Dinding yang Terkena Rembesan Air
Selain bocor, dindin rembes juga menjadi salah satu masalah utama saat musim hujan tiba. Jika dibiarkan begitu saja, rembesan air akan membuat dinding bernoda, keropos hingga berlumut. Oleh sebab itu sebaiknya periksa dinding luar rumah secara rutin dan perhatikan apakah ada tanda-tanda kerusakan yang harus segera diperbaiki.
Bila Anda menemukan masalah, sebaiknya lapisi bagian tersebut dengan wallpaper dinding atau tambal dengan cat jenis waterproof. Namun sebelum mulai pelapisan, pastikan untuk membersihkan kotoran di dinding menggunakan spons atau kain ya.
6. Sediakan Tempat Khusus Untuk Meletakkan Barang Basah
Terjebak hujan di jalan merupakan pengalaman yang umum terjadi. Akibatnya, pakaian maupun perlengkapan yang kita bawa keluar akan kebasahan. Saat tiba di rumah, biasanya kita buru-buru pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan tanpa sadar meletakkan berbagai barang basah tersebut di sembarang tempat.
Jika Anda memiliki kebiasaan seperti ini, sebaiknya mulai perbaiki sekarang juga. Mulai sediakan tempat khusus di depan rumah untuk meletakkan barang-barang basah seperti payung, jas hujan, sepatu maupun tas. Dengan begitu, interior rumah akan tetap higienis dan hawa lembab bisa diminimalisir.
7. Bersihkan Rumah dengan Cairan Disinfektan
Hawa lembab di musim hujan membuat bakteri penyakit mudah berkembang biak. Akibatnya, kita rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti flu, demam hingga diare. Untuk menghindari hal ini, pastikan untuk membersihkan rumah secara rutin menggunakan cairan disinfektan.
Pel lantai dengan campuran air dan disinfektan secara berkala agar debu, kotoran, bakteri, kuman maupun virus dapat dibasmi. Semprot berbagai bagian rumah yang berisiko menjadi tempat bersarangnya kuman, seperti pegangan pintu, tangga, area kamar mandi dan sebagainya. Selain itu, usahakan untuk menguras bak penampungan air secara rutin untuk mencegah jentik nyamuk penyebab DBD hingga malaria.
Demikian tujuh tips merawat rumah selama musim hujan agar tetap aman dan nyaman ditinggali. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips menangani mobil yang mogok karena terendam banjir. Selain itu, Anda juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai aplikasi yang sangat bermanfaat di musim hujan.