Dikutip dari CBS News, istri Joe Biden, Jill, berencana akan tetap melanjutkan kariernya sebagai pengajar di universitas meski suaminya bertugas di Gedung Putih sebagai Presiden AS.
- Nidya Putri
- Senin, 09 November 2020 - 08:56 WIB
WowKeren - Joe Biden telah resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 dengan memenangkan total 290 suara elektoral dan mengalahkan Donald Trump yang hanya meraih 214 suara elektoral. Pada Minggu (8/11) kemarin, Biden telah melakukan pidato kemenangan pertamanya usai memenangkan pemilu AS di Wilmington, Delaware.
Kini diketahui, jika istri Biden, Jill Biden akan tetap melanjutkan kariernya sebagai pengajar di universitas meski suaminya bertugas di Gedung Putih. Ia pun disebut-sebut sebagai satu-satunya ibu negara yang mengambil pekerjaan berbayar di luar Gedung Putih.
Dikutip dari CBS News, pernyataan Jill tersebut telah disampaikannya pada bulan Agustus lalu saat diwawancara oleh koresponden CBS, Rita Braver. Jill Biden sendiri merupakan seorang profesor di program studi Bahasa Inggris di Northern Virginia Community College.
"Jika kami menang di Gedung Putih, saya akan terus mengajar," kata Jill dilansir CBS News, Senin (9/11). "Ini penting dan saya ingin orang menghargai guru dan mengetahui kontribusi mereka, serta mengangkat profesinya."
Sejarawan Ohio University Katherine Jellison yang mempelajari tentang Ibu Negara mengatakan kepada CBS News bahwa Jill akan menjadi satu-satunya ibu negara yang memiliki pekerjaan berbayar sekaligus ibu negara pertama yang memiliki gelar doktor. Dalam 231 tahun sejarah kepresidenan AS, Jill akan menorehkan sejarah.
Ketika suaminya menjadi wakil presiden Barack Obama, Jill Biden bekerja sebagai pengajar community college. Di akun Twitter pribadinya, Jill menyebut dirinya sebagai 'pengajar seumur hidup'.
Jill diketahui pernah berpidato Konvensi Nasional Partai Demokrat dari ruang kelasnya di Delaware tempat dia pernah mengajar. Selain itu, dia juga merenungkan pentingnya profesi mengajar.
"Saya mengajar banyak imigran dan pengungsi," ungkap Jill kepada CBS Sunday Morning. "Saya menyukai cerita mereka, saya menyukai siapa mereka sebagai manusia dan saya suka membantu mereka menuju kesuksesan."
Dalam wawancara tersebut, Jill akan mengadvokasi biaya community college secara gratis, mendanai penelitian kanker dan memberi dukungan kepada keluarga militer jika menjadi ibu negara. Hal itu pernah dia lakukan saat suaminya menjadi wakil presiden mendampingi Barack Obama.
Ketika ditanya apakah orang warga Amerika akan melihat hal-hal yang tidak biasa darinya sebagai ibu negara, Jill berharap demikian. "Masalahnya, mereka sangat serius, dan saat-saat ini sangat sulit. Kadang-kadang dibutuhkan sedikit kesembronoan, sedikit tawa untuk meringankan segalanya. Sedikit kegembiraan," ujarnya.
(wk/nidy)