Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) 2020 Joe Biden buka-bukaan menceritakan kondisi gagap yang dideritanya sejak kecil. Lantas, apakah kondisi itu bisa disembuhkan?
- Ruth Meliana
- Senin, 09 November 2020 - 18:08 WIB
WowKeren - Joe Biden selama ini selalu terbuka terkait kondisi riwayat kesehatannya kepada publik. Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) tahun 2020 ini bahkan sempat buka-bukaan mengenai kondisi gagap yang telah dideritanya sejak kecil.
Biden mengaku jika kondisi gagapnya itu masih mengganggu berbicaranya hingga sekarang. “Masih terkadang, ketika saya merasa diri saya benar-benar lelah,” ujar Biden seperti dilansir CNN, Senin (9/11).
Biden yang akan menjadi Presiden AS ke-46 ini lantas membongkar metode yang digunakan untuk mengatasi masalah gagapnya. Ia rupanya menggunakan metode seperti yang digambarkan dalam film pemenang Academy Award 2011, “The King Speech” tentang Raja Inggris George VI yang juga gagap.
”Jadi apa yang saya lakukan, jika saya mengatakan, 'Balai kota kepresidenan Demokrat malam ini di CNN',” jelas Biden. “Saya akan mengatakan, 'Balai kota kepresidenan, garis miring, ada di CNN malam ini, garis miring, akan ada orang-orang berikut ini, garis miring, Anderson Cooper akan berbicara, garis miring’.”
Sementara itu, terapis wicara berlisensi dan pendiri serta direktur klinis Great Speech Inc bernama Avivit Ben-Aharon mengatakan penyebab gagap hingga sekarang masih belum diketahui. Namun, kondisi itu diyakini karena kombinasi beberapa faktor.
”Penelitian terbaru menunjukkan genetika, riwayat keluarga (seringkali laki-laki), perkembangan neuromuskuler,” jelas Avivit Ben-Aharon. “Dan lingkungan anak, termasuk dinamika keluarga, semuanya berperan dalam timbulnya gagap.”
Terkait kondisi Biden, ada anggota keluarganya yang juga menderita gagap. Paman dari pihak sang ibu, dikenal sebagai Paman Boo-Boo diketahui menderita gagap sepanjang hidupnya. Lantas, apakah kondisi gagap dapat disembuhkan?
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) mengatakan sekitar 75 persen anak-anak dapat mengatasi kegagapan. Sedangkan The Stuttering Foundation mengatakan bahwa tidak lebih dari seperempat orang yang masih gagap pada usia 10 tahun, dan akan sepenuhnya 'bebas' dari gangguan berbicara ini di masa dewasa.
”Apakah seorang anak yang gagap akan terus mengalaminya hingga dewasa bergantung pada usia dimulainya anak mengalami gagap dan apakah ada riwayat keluarga gagap," jelas Ben-Aharon. “Proses terapeutik berfokus pada relaksasi dan strategi pernapasan untuk mengurangi ketegangan serta memperlambat kecepatan bicara untuk meminimalkan disfluensi.”
Kondisi gagap sendiri tidak bisa disembuhkan dengan obat. Walau begitu, banyak pilihan pengobatan tersedia, termasuk terapi gagap, terapi obat, dan perangkat elektronik untuk membantu mengontrol kefasihan, seperti alat bantu dengar.
(wk/lian)