Puluhan Massa Turun Jalan Bela Nikita Mirzani, Ada Peserta Salah Sebut Nikita Willy
Instagram/nikitamirzanimawardi_17
Selebriti

Aksi untuk mendukung Nikita Mirzani tersebut berlangsung pada Sabtu (14/11) malam. Momen menarik pun terjadi kala salah satu peserta salah menyebut nama Nikita Mirzani menjadi Nikita Willy.

WowKeren - Aksi dukungan terhadap Nikita Mirzani berlangsung pada Sabtu (14/11) malam kemarin. Massa yang terdiri kurang dari 50 orang tersebut memadati Bundaran HI pada pukul 20.30 WIB dan berpindah lokasi ke silang Monas yang berada di sebrang patung kuda.

Ada momen menarik dalam aksi bela Nikita Mirzani tersebut. Salah satu peserta salah menyebut nama Nikita Mirzani menjadi Nikita Willy.

"Kita dukung Nikita Willy," ujar salah seorang ibu-ibu di tengah kerumunan sambil membawa lilin, melansir detikcom. Sontak, rekan di sebelahnya langsung mengkoreksinya dengan menyebutkan nama Nikita Mirzani.

Dalam acara tersebut, massa sempat menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional. Selain itu, massa juga berorasi agar tidak ada lagi wanita yang dihina dan dicaci maki.

"Semoga bangsa kita ini tidak adalagi yang menzalimi. Yok kita berdoa bersama," tutur seorang ibu-ibu berhijab. "Demi kepentingan wanita tidak ada lagi wanita-wanita yang dihina dan dicaci."


Sementara itu, seorang pria bernama Sapto Hadi menuntut agar Front Pembela Islam (FPI) tidak bertindak represif dalam kesempatan tersebut. Menurut Sapto, pihaknya juga mencintai negara sama dengan FPI.

"Untuk keluarga besar daripada FPI, berbuat baiklah untuk kami semua. Agar kami semua tidak membenci kalian dan kami tidak akan memprovokasi kalian. Kami juga sama dengan kalian. Cinta negara, cinta pemimpin, dan cinta damai sejahtera," tutur pria tersebut. "Untuk ustaz, habib atau apa pun semua. Hilangkan intimidasi, penekanan, pengancaman untuk semua umat warga negara Indonesia yang sama punya hak yaitu merdeka."

Adapun aksi tersebut akhirnya dibubarkan oleh petugas sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, aksi tersebut belum memiliki izin.

"Itu aksi di HI pendukung Nikita, kita imbau untuk tidak ada aksi, karena pertama tidak ada STTP (surat tanda terima pemberitahuan)," ungkap Heru dilansir detikcom pada Minggu (15/11). "Kedua, aksi demo tidak boleh malam hari dan HI tidak boleh untuk demo."

Heru pun menegaskan bahwa aksi tersebut dibubarkan bukan karena PSBB Transisi masih berlaku di Jakarta. "Jadi bukan masalah PSBB ya. Kemarin-kemarin aksi/demo tolak Omnibus Law kita layani, tapi siang hari dan di Patung Kuda (bukan Bundaran HI," pungkas Heru.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait