Gedung Putih Akhirnya Izinkan Biden Terima Laporan Intelijen Harian
Dunia

Menerima briefing intelijen memang menjadi salah satu hak pertama seorang capres setelah memenangkan pemilihan. Laporan tersebut berisi informasi mengenai masalah keamanan nasional.

WowKeren - Gedung Putih akhirnya mengizinkan presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, untuk menerima laporan intelijen harian. Keputusan ini menyusul pemberitahuan resmi Administrasi Layanan Umum (GSA) yang menyatakan bahwa Biden sudah dapat memulai proses transisi pemerintahan.

Laporan Harian Presiden (PDB), diketahui disiapkan oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI). "Sesuai arahan Undang-Undang Transisi Presiden, ODNI akan memberikan dukungan yang diminta kepada tim transisi," kata juru bicara ODNI, sebagaimana dilansir dari CNN.

"Sore ini Gedung Putih menyetujui ODNI untuk menyediakan PDB sebagai bagian dari dukungan untuk transisi," lanjut juru bicara tersebut.

Menerima briefing intelijen memang menjadi salah satu hak pertama seorang calon presiden setelah memenangkan pemilihan. Laporan tersebut berisi informasi mengenai masalah keamanan nasional yang akan dihadapi presiden baru.

Akan tetapu, Joe Biden selama ini belum menerima pengarahan intelijen karena upaya petahana Donald Trump untuk membatalkan hasil pemilihan, yang menyebabkan kebingungan pemerintah federal soal apakah peralihan kekuasaan bisa dimulai.


Sedangkan ODNI yang diawasi oleh kepala intelijen pilihan Trump, John Ratcliffe, sebelumnya mengatakan bahwa keputusan tentang Biden dan PDB ada di Gedung Putih. Hal itu menggarisbawahi fakta bahwa keputusan mengenai akses Biden ke rahasia negara ada di tangan Trump.

PDB sendiri biasanya disesuaikan dengan presiden yang sedang menjabat. Presiden George W. Bush lebih suka diberi pengarahan secara lisan oleh para pejabat intelijen sementara Presiden Barack Obama sering membacanya dari tablet yang aman.

Trump juga diketahui sering menerima laporan di sesi pagi lewat pejabat intelijen karier, meskipun itu tidak rutin.

Terlepas dari hal tersebut, pasangan capres-cawapres Biden-Harris berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence, meraih 214 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.

Para pemimpin dunia, termasuk sekutu AS telah memberi selamat kepada Joe Biden yang unggul dalam Pilpres AS. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Kanselir Jerman Angela Merkel, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Namun, Trump dan kubunya masih menolak klaim kemenangan Biden tersebut, dan masih berusaha untuk mengajukan tuntutan hukum atas dugaan kecurangan. Sayangnya, klaim kecurangan yang digaungkan Trump sama sekali tak disertai dengan bukti apapun.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts