Nora Alexandra membagikan foto sang suami, Jerinx yang disandingkan dengan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara. Ia lantas membandingkan keadilan dua kasus mereka.
- Ruth Meliana
- Senin, 07 Desember 2020 - 15:00 WIB
WowKeren - Nora Alexandra terus memperjuangkan kebebasan sang suami, Jerinx SID yang terjerat kasus “IDI Kacung WHO”. Kini, ia turut membandingkan kasus Jerinx dengan kasus dugaan suap dana bantuan sosial (bansos) corona yang menjerat Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.
Melalui akun Instagramnya, Nora memposting foto Jerinx yang disandingkan dengan Juliari. Rupanya, ia mengunggah ulang postingan itu dari Facebook Metro Denpasar.
Nora turut melengkapi foto tersebut dengan tulisan di kolom caption dan membandingkan kedua kasus yang menjerat Juliari dan sang suami. Ia menulis sebagian besar orang pada awalnya pasti akan menilai sosok berdasi, yakni Juliari adalah orang yang paling jujur.
”MENTERI SOSIAL DAN DISTORSI SOSIAL. Taruhlah ini 2019, belum pandemi. Lu liatin foto ini ke sebanyak mungkin warga yang lu temui sambil tanya "Mana yang kira-kira lebih jujur?,” tulis Nora dalam akun Instagramnya, Minggu (7/12). “Gue yakin 80 persen lebih bakal pilih yang berdasi. Kita percepat ke hari ini. Lu lakuin hal yang sama. Gw yakin 80 persen akan tetap pilih yang berdasi.”
”Inilah bahaya laten kemasan yang terlalu lama gerogoti bangsa ini. Lu mau sejahat seiblis apapun, selama lu rapi sopan lu masih ada peluang dimaafkan/bebas jerat hukum,” sambungnya. “Tapi kalau lu udah kebalikannya (setidaknya di mata kaum kemasan) maka sebenar apapun, lu tetap dianggap iblis.”
Nora kemudian turut membandingkan kedua kasus Jerinx dan Juliari yang sama-sama berkaitan dengan pandemi virus corona. Kasus pemain drum Superman Is Dead itu adalah ia divonis bersalah dan dihukum 14 bulan penjara karena dinilai menyakiti perasaan IDI. Padahal, perkataan Jerinx itu semata-mata hanyalah bentuk kritikan kepada pemerintah.
”Mari komparasi kasus Jerinx dan Mensos. Jerinx sakiti perasaan IDI. Perasaan bro. PE RA SA AN. Sesuatu yang bisa lu ubah jika lu paham si Jerinx mengkritik organisasi bukan personal lu,” tulis postingan Nora itu. Lu tinggal tiktokan atau tonton stand up comedy di YouTube sambil makan coklat kesukaan lu, rasa kesal pasti berkurang. Minggu depan palingan lu dah lupa. Lagian lu emang ikutin perintah WHO dan dapat upah dari itu kok.”
Berbeda dengan kasus Juliari yang diduga melakukan suap dana bantuan sosial (bansos) COVID-19 hingga Rp17 miliar. Dibandingkan dengan kasus Jerinx, tentunya kasus Juliari lebih merugikan jutaan masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi virus corona.
”Sekarang ke kasus Mensos. Korup belasan milyar. Di agama gue Islam, korupsi disebut kejahatan paling kejam paling hina. Bisa ngancurin berpuluh2 generasi kemudian,” isi postingan itu. “Korupsi bagaikan ngerampok rezeki jutaan orang secara gak langsung. Ia ciptakan kemiskinan, kejahatan, hilangnya kesehatan dll. Lu korup semilyar akan ada jutaan orang yang jalan hidupnya berubah.”
”Mereka yang harusnya sekolah akhirnya jadi kriminal, bunuh orang, masuk penjara, keluarga korban trauma selamanya, dalam penjara salah pergaulan, jadi teroris, keluar penjara ledakkin kudebes negara yang dia gak suka,” lanjutnya. “Indonesia belum pulih dari covid kena travel warning. Siapa yang rugi? Ini baru 1 contoh efek domino dari korupsi 1 milyar. Dan kita tahu yang dikorup selama pandemi oleh oknum-oknum kemasan ini jumlahnya bisa trilliun. Bisa bayangin gak lu efek dominonya?”
(wk/lian)