Pengamat politik tersebut dikenal karena sering mengeluarkan klaim tentang Vladimir Putin. Pada awal 2016 dia menyebut Putin akan segera mundur dengan alasan kesehatan, tetapi prediksi itu tidak terjadi.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 07 Desember 2020 - 15:24 WIB
WowKeren - Pengamat politik Rusia, Valery Solovey, yang dikenal menyebut Presiden Vladimir Putin mengidap parkinson dan kanker dilaporkan telah ditangkap di St. Petersburg pada Minggu (6/12) waktu setempat. Solovey ditangkap karena melanggar pembatasan Covid-19 saat menggelar unjuk rasa.
Surat kabar lokal melaporkan bahwa pakar politik itu ditahan karena melanggar undang-undang pencegahan virus corona yakni penggunaan masker. Solovey ditangkap dalam unjuk rasa untuk gerakan oposisi. Menurut laporan, pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan menyebarkan selebaran dalam acara itu.
Solovey ditahan dan dibawa ke kantor polisi terdekat. Kepada surat kabar Novaya Gazeta, dari balik jeruji besi pengamat veteran itu mengaku hanya berjalan melewati kerumunan tersebut. Kata dia, para aktivis mendekatinya untuk mengajukan pertanyaan.
Dilansir dari CNN, Solovey sendiri dikenal karena seringkali mengeluarkan klaim tentang Vladimir Putin. Pada awal 2016 dia menyebut Putin akan segera mundur dengan alasan kesehatan. Akan tetapi prediksi itu tidak terjadi.
Namun, dia tetap mengeluarkan sejumlah klaim. Baru-baru ini dia memicu spekulasi di mana sejumlah media Barat termasuk Daily Mail dan New York Post melaporkan Putin mengidap parkinson. Putin juga disebut menjalani operasi rahasia untuk penyakit kanker.
Valery Solovei juga mengungkap bahwa keluarga Putin mendorong sang Presiden untuk berhenti dari posisinya. "Ada dorongan keluarga, itu memiliki pengaruh besar padanya. Dia bermaksud mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Januari," kata Solovei.
Lebih lanjut, Solovei juga mengatakan, Putin kemungkinan menderita Parkinson karena baru-baru ini menunjukkan gejala penyakit tersebut. Dari rekaman yang ditinjau oleh seorang pengamat, Putin baru-baru ini tampak kesakitan sembari terus-menerus menggeser kakinya. Rekaman yang diulas juga menunjukkan jari-jarinya bergerak-gerak saat dia memegang cangkir yang mungkin berisi obat.
Juru Bicara Kepresidenan Kremlin, Dmitry Peskov, membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa Putin dalam keadaan sehat. "Ini benar-benar omong kosong. Presiden baik-baik saja," demikian komentar Peskov yang disiarkan oleh kantor berita Rusia, TASS.
Spekulasi kemungkinan mundurnya Putin ini muncul ketika anggota parlemen Rusia sedang mempertimbangkan undang-undang yang diusulkan oleh sang Presiden yang akan membuatnya kebal terhadap tuntutan setelah masa kepresidenannya usai.
Jika RUU itu disahkan, maka Putin tidak bisa dituntut dengan cara apa pun jika dia melakukan kekeliruan selama masa pemerintahannya, serta pada masa sebelum dan sesudahnya.
(wk/luth)