Klub Malam di Swiss Berubah Jadi Pusat Donor Darah Selama Pandemi
Dunia

Sebuah klub malam di Swiss akhirnya buka kembali setelah 10 tutup akibat kebijakan pembatasan sosial COVID-19. Namun, klub yang dibuka itu telah beralih fungsi menjadi pusat donor darah.

WowKeren - Sebuah klub malam di Swiss terpaksa tutup akibat kebijakan pembatasan sosial guna mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Akibatnya, klub malam tersebut kinii beralih fungsi menjadi pusat donor darah sementara.

Perubahan ini membuat gedung bertingkat yang kosong selama beberapa bulan ini kembali hidup. Lampu gantung yang dulu menerangi ribuan pengunjung di lantai dansa kini menjadi penerang bagi perawat yang sedang menjalankan tugasnya.

"Sangat memilukan melihat tempat seperti ini yang telah ada selama hampir 35 tahun tertidur begitu lama," kata manajer klub malam MAD, Igor Blaska dilansir Reuters, Rabu (9/12). "Jadi tentu saja kami bangga mengadakan aktivitas apa pun yang memungkinkan."

Klub malam di distrik Flon yang menjadi pusat kehidupan malam itu telah ditutup selama hampir 10 bulan karena pandemi corona. Seorang mantan pengunjung klub malam, Olivier Rebel, yang ikut kegiatan donor darah mengatakan senang bisa kembali ke MAD.


"Saya datang karena ini adalah tempat yang legendaris,” kata Olivier Rebel. "Ada sisi ini (dari diri saya, berkata) - keluar dari rumah, kembali ke tempat yang tidak akan saya kunjungi lagi tetapi yang penuh dengan kenangan. Itu sangat bagus."

Swiss sendiri saat ini menghadapi tantangan berat setelah gelombang kedua kasus COVID-19 datang. Secara total, Swiss melaporkan lebih dari 350 ribu infeksi virus corona dan lebih dari 5 ribu kematian sejak dimulainya pandemi.

Sementara itu, pemerintah setempat berencana untuk melakukan vaksinasi COVID-19 hingga 70 ribu orang per harinya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Pengendalian Infeksi di Kantor Federal Kesehatan Masyarakat (FOPH) Virginie Masserey.

Kelompok berisiko akan divaksinasi terlebih dahulu. Mereka termasuk petugas perawatan kesehatan esensial, orang tua, serta penderita diabetes, penyakit paru-paru kronis, dan tekanan darah tinggi.

Pada akhir Desember, militer bertugas mendistribusikan ke setiap wilayah. Barulah kemudian, otoritas daerah melaksanakan vaksinasi di sejumlah tempat seperti pusat kebugaran, fasilitas perlindungan sipil, dan pusat pameran.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait