Ernest Prakasa sempat memberikan tanggapan saat istrinya, Meira Anastasia dibilang jelek. Lantas kini Meira mengakui bahwa dirinya sempat stres hingga mendatangi psikolog lantaran cibiran tersebut.
- Lailatul Maghfiroh
- Kamis, 10 Desember 2020 - 10:36 WIB
WowKeren - Ernest Prakasa memberi pembelaan saat istrinya, Meira Anastasia dinilai tak secantik dulu. Namun buntut dari komentar netizen tersebut tak dapat dipungkiri sempat membuat Meira stres.
“Buat seorang perempuan yang sudah menjadi istri, yang menemani suaminya dengan segala suka dan duka pernikahan, bikin sedih banget lho bacanya. Dulu aku sampai stress berat karena komen-komen seperti ini ini bertebaran,” ungkap Meira di unggahan Instagramnya pada Rabu (9/12).
Meira lantas mengingatkan agar netizen lebih berhati-hati lagi dalam memberikan komentar. “Semoga teman-teman bisa lebih bijak lagi dalam berkomentar. Terutama terhadap sesama perempuan. Jadi perempuan sudah susah, jangan ditambah-tambahin lagi,” paparnya.
Meira lantas mengingat soal komentar julid netizen terhadapnya pada lima tahun silam. “Ternyata orang cakep belum tentu istrinya cantik,” kenang Meira.
“Nah, saat itu aku enggak bisa bilang “Yaudalah” dengan ikhlas. Dunia rasanya hancur. Kenapa aku? Kenapa harus komen seperti itu? Muncul banyak sekali di dalam kepala, pertanyaan-pertanyaan yang lain," terang Meira. "Kalau sekarang, sudah benar-benar ikhlas sih kalau orang mau menilai aku kayak gimana. Karena aku sudah pernah ngerasain enggak ikhlas, sedih, kesal, ngerasa dunia enggak adil, dan perasaan-perasaan lainnya.”
Lantaran merasa stres berat, Meira akhirnya mendatangi psikolog. Dari sanalah kemudian ia bisa mengobati rasa insecure-nya dan mulai bisa menerima cibiran netizen dengan cara membangun mindset yang baik.
“Aku juga sudah melewati bersesi-sesi ngobrol sama psikolog tentang diriku, bagaimana mengenal diriku yang sebenarnya, menerima dan menjalani semua yang aku rasakan selama ini," papar Meira. "Aku juga sudah membaca berbagai buku tentang self-help, tentang mindset yang baik, bagaimana membangun pemikiran terhadap diri sendiri dan orang lain. Dan yang paling penting, aku sudah merasa nyaman dengan diriku sendiri, aku tahu apa potensiku, apa yang bisa aku perbuat, dan kenapa aku berharga.”
Menurut Meira, butuh pengetahuan dan latihan untuk akhirnya ia bisa berpikir bodoh amat terhadap komentar julid netizen. "Enggak apa-apa untuk merasa sedih, kecewa, marah, ketika mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari orang lain. Tapi setelah itu apa? Apakah kita akan terpuruk? Atau mau bangkit? Kamu yang pilih!” pungkasnya.
(wk/lail)