Heboh Mutasi Baru Virus Corona Infeksi Ribuan Warga Inggris, WHO Ikut Investigasi
Dunia

Kepala Penanganan Gawat Darurat WHO Mike Ryan menegaskan pihaknya tengah menginvestigasi temuan 1.000 kasus infeksi COVID-19 oleh varian baru virus SARS-CoV-2.

WowKeren - Selayaknya virus lain, SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 juga memiliki karakteristik mudah sekali bermutasi. Bahkan kali ini sebuah mutasi misterius teridentifikasi di Inggris bagian selatan dan sudah menginfeksi hingga seribu orang.

"Saat ini kami telah mengidentifikasi lebih dari seribu kasus dengan varian ini terutama di Inggris Selatan. Kami telah mengidentifikasi kasus (dengan varian baru) di hampir 60 wilayah otoritas lokal yang berbeda," ujar Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, dilansir dari BBC News pada Selasa (15/12).

"Kami belum tahu banyak tentang varian ini karena masih baru," lanjut Hancock. "Namun apa pun penyebabnya, kami harus mengambil tindakan cepat dan tegas yang mutlak penting untuk mengendalikan penyakit mematikan ini saat vaksin diluncurkan."

Keberadaan mutasi baru virus ini disadari ketika terjadi peningkatan tajam dan eksponensial di beberapa daerah Inggris. Seperti misalnya di London, Kent, beberapa bagian Essex, serta Hertfordshire.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menerima laporan ini. Kepala Penanganan Gawat Darurat WHO, Michael Ryan, memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi untuk meneliti karakteristik dari varian baru itu serta langkah apa yang perlu diambil selanjutnya.

Kendati demikian Ryan mengingatkan agar publik tidak terlalu khawatir karena tidak ada bukti bahwa varian baru virus itu memiliki perilaku yang berbeda dengan jenis sebelumnya. Sehingga belum bisa dipastikan secara ilmiah apakah virus hasil mutasi ini jadi lebih mudah menyebar atau lebih berbahaya.

"Kami sendiri sudah melihat berbagai varian karena COVID-19 berevolusi dan berubah seiring berjalannya waktu," tutur Ryan, dikutip oleh Reuters. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Teknis WHO Maria van Kerkhove yang menegaskan bahwa varian baru masih dalam kajian.

Van Kerkhove pun meyakini virus yang sudah bermutasi ini tidak memiliki karakteristik yang jauh berbeda. "Belum ada bukti bahwa varian baru ini akan memiliki perilaku berbeda," ungkapnya.

Kendati demikian pemerintah Inggris sudah merumuskan beberapa kebijakan ketat menyusul temuan mutasi virus ini. Seperti misalnya pembatasan sosial di London yang naik ke level tertinggi, ditandai dengan masyarakat yang sangat dianjurkan untuk tetap berdiam di rumah.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait