Meski telah sukses, Raffi Ahmad tetap merendah dan tidak ragu membagikan kiat-kiat agar seseorang berhasil menjadi seorang content creator. Ia berkaca pada awal mula membangun Rans Entertainment.
- Ruth Meliana
- Rabu, 16 Desember 2020 - 13:44 WIB
WowKeren - Raffi Ahmad tidak hanya sukses sebagai seorang aktor, penyanyi, dan pembawa acara di dunia hiburan Tanah Air saja. Suami Nagita Slavina ini juga berhasil menjadi seorang content creator dengan membangun Rans Entertainment.
Meski telah hidup dalam kesuksesan dan bergelimang harta, Raffi tetap merendah kepada orang-orang disekitarnya. Bahkan, ia tidak ragu untuk membagikan ilmunya kepada orang-orang yang tertarik terjun di dunia konten digital seperti YouTube.
Yang terbaru, bapak Rafathar ini turut membagikan kiat-kiat agar sukses sebagai content creator saat menjadi pembicara di ICON 2020 pada Selasa (15/12). Dalam kesempatan ini, ia menceritakan inspirasi dan awal mula dirinya memutuskan membangun Rans Entertainment.
Dalam setiap langkah kariernya, Raffi mengungkapkan rasa penasaran selalu mendorongnya untuk mencoba sesuatu yang baru. Berhasil merintis karier di depan layar, kakak Syahnaz Sadiqah ini kemudian penasaran dan ingin bekerja di belakang layar.
"Aku, tuh, di setiap pijakan di situ, misal jadi presenter di TV A atau B, sinetron A atau B, biar pun aku aktor atau di depan layar, tapi aku pengin belajar, gimana, sih, kalau ada di belakang layar," ungkap Raffi dalam acara ICON 2020 hari ke-2, seperti dilansir dari Kumparan pada Selasa (15/12).
Bermodalkan rasa penasaran, personel Bukan Bintang Biasa ini akhirnya belajar untuk beradaptasi mempelajari hal-hal baru di industri hiburan. Ia lantas mencoba membuat Rans Entertainment yang pada awalnya dibangun hanya untuk mendokumentasikan momen-momen pertumbuhan anak semata wayangnya.
Tak disangka, channel YouTube Rans Entertainment itu membuat banyak orang tertarik untuk menontonnya. Kesempatan itu diambil Raffi yang langsung memanfaatkan kekuatannya untuk beradaptasi dalam membangun Rans Entertainment.
"Aku biasa jadi bunglon, sih, akhirnya. Maksudnya, aku belajar untuk terus beradaptasi. Jadi, setiap perubahan yang ada, gue sikapinya dengan positif," cerita Raffi. "Kunci utamanya adalah mau dan mampu beradaptasi dengan kondisi dan situasi. Ternyata, tanpa kita sadar, banyak yang suka konten Rafathar itu."
"Saat itu, sebenarnya kita enggak tahu YouTube bisa jadi uang. Tapi, seiring berjalannya waktu, followers naik, subscriber naik, aku dan Gigi sadar, asyik juga, nih, bikin konten family," sambungnya. "Makanya itu yang gue bilang adaptasi. Ternyata bisa dapat uang dengan cara ini."
Meski demikian, Raffi menyebut kemampuan beradaptasi saja tidak cukup. Menurutnya, diperlukan konsistensi jika seseorang ingin sukses sebagai content creator. Ia juga mengingatkan konsistensi tidak secara instan membuat orang sukses di dunia digital. Terkadang, seseorang harus dengan sabar menunggu hingga akhirnya berhasil menggaet penonton dari konten mereka.
"Yang pasti dan paling penting juga adalah harus konsisten. Contoh buat yang baru mulai di digital, ada yang upload itu sekali per 2 atau 3 bulan. Kalau mau iseng-iseng enggak apa-apa," saran Raffi. "Tapi, kalau mau menggeluti dunia ini, ya, harus konsisten. Sehari satu video atau satu video dua hari, enggak apa-apa. Yang penting volume-nya cukup untuk mengikat orang."
"Jangan kecil hati, misalnya saat viewer enggak banyak. Ya, harus terus bikin. Aku juga sering naik turun views-nya," lanjut pria berusia 33 tahun ini. "Tapi, itu enggak mengurangi kekonsistenan aku. Kalau sudah konsisten, nanti pasti ada konten yang jadi hook dan bisa jadi batu loncatan."
(wk/lian)