Shandy Aulia mengungkap masa kecilnya yang tak banyak diketahui orang. Kepada Ashanty dan Aurel Hermansyah, Shandy mengaku jika masa kecilnya terbilang beda dengan kebanyakan orang.
- Marina Larasati
- Jumat, 18 Desember 2020 - 12:39 WIB
WowKeren - Kehidupan seorang Shandy Aulia memang tak pernah lepas dari sorotan publik. Mulai dari rumah tangganya, sang putri, sampai masa lalunya pun seolah menjadi hal yang membuat banyak orang penasaran.
Belum lama ini, Shandy Aulia bercerita tentang masa kecilnya yang penuh dengan warna-warni. Tak hanya merasa bahagia, kehidupan Shandy Aulia saat kecil bisa dibilang berbeda dari kebanyakan teman-temannya.
Kepada Ashanty dan Aurel Hermansyah, istri David Herbowo itu mengaku jika ia dibesarkan dalam keluarga yang tidak sempurna. Kendati sering merasa sedih lantaran perceraian kedua orangtuanya, Shandy tetap bersyukur dengan semua takdir yang telah digariskan untuknya.
"Kayak aku ya, ibaratnya my mom and dad juga nggak perfect. Walaupun misalkan orangtua kamu berpisah, tapi kamu udah banyak memori lah paling nggak," pesan Shandy kepada Aurel. "Walaupun ada yang baik ada buruk, tapi paling nggak udah tahu fondasi keluarga tuh kayak apa."
Kesedihan kerap dirasakan Shandy kala melihat foto keluarga orang lain yang lengkap. Ibu satu anak ini merasa ia dan keluarga tidak memiliki foto semacam itu.
"Kalau aku itu nggak, jadi bener-bener melek aku cuma lihat mama. Dan aku ngerasa dulu nih waktu aku masih SD ya, kalau main ke keluarga orang gitu kan terus lihat foto keluarga satu, itu gue bisa berkaca-kaca. Gue bisa sedih," ungkap Shandy. "'Ih kok gue nggak punya foto keluarga ya'. Gue nggak punya."
Menyadari masa kecilnya berbeda dari kebanyakan orang, Shandy pun akhirnya punya prinsip. Ia akan melakukan hal apapun untuk menjaga pernikahannya agar selalu awet, bahagia, hingga maut memisahkan. Ia tak ingin anaknya kelak merasakan apa yang pernah ia alami dulu.
"Makanya begitu aku growing, remaja, dewasa, satu mindset aku adalah kalau aku punya keluarga, aku sudah punya impian dan harapan," pungkasnya. "Jangan sampai begini, begini, begini."
(wk/lara)