Ngeri! Ilmuwan Temukan Jamur Bisa Ubah Lalat Jadi Zombie
University of Copenhagen
Dunia

Peneliti mendapati jika lalat menunjukkan perubahan yang mengerikan usai jamur menyerang mereka. Jamur akan memakan perut lalat dan membuatnya berlubang.

WowKeren - Ilmuwan menemukan dua spesies jamur yang memiliki cara kerja mengerikan. Jamur ini memakan lalat hidup-hidup sambil memanfaatkan inangnya untuk menjatuhkan spora.

Adapun dua spesies itu adalah Strongwellsea tigrinae dan Strongwellsea acerosa. Keduanya menyerang lalat Coenosia tigrina dan Coenosia testacea yang tampak seperti lalat rumahan biasa.

Lalat ini menunjukkan perubahan yang mengerikan usai jamur menyerang mereka. Jamur akan memakan perut lalat dan membuatnya berlubang. Jamur kemudian memproduksi gumpalan spora dan menjatuhkan spora dari lubang abdomen ini.

Lalat zombie yang sudah terinfeksi jamur masih bisa bertahan hidup selama berhari-hari. Sedangkan spora yang ada di lubang perut akan jatuh dan menyebar kemana-mana. Spora juga bisa menyebar manakala lalat melakukan aktivitas kawin dengan sesamanya. Sedangkan jamur terus memakan lalat hidup-hidup.

Lalat yang sudah digerogoti jamur lama-kelamaan akan mengalami sesak napas dan akhirnya mati. Mimpi buruk tak berhenti sampai di sini saja. Lalat yang sudah mati pun bisa menyebarkan spora pembunuhnya. Sebab saat perut lalat hancur secara bertahap, akan ada lebih banyak spora yang dilepaskan ke alam.


Dilansir Live Science, Senin (21/12), spora ini memiliki dinding tebal yang dapat membantunya tertidur selama musim dingin. Spora ini akan menginfeksi lebih banyak lalat saat serangga menjadi aktif di musim semi.

Selama penelitian lapangan, para peneliti menemukan lusinan lalat yang terinfeksi jamur lapangan di Jægerspris dan Amager. Lalat banyak ditemukan di daerah pedesaan dan lingkungan perumahan.

"Ini adalah aspek keanekaragaman hayati yang menarik dan aneh," kata pemimpin studi Jorgen Eilenberg, seorang ahli biologi di Universitas Kopenhagen, dalam sebuah pernyataan masih dilansir Live Science. "Yang kami temukan di Denmark."

Temuan ini dikatakannya sangat berharga. Tak menutup kemungkinan studi ini bisa menjadi dasar untuk penelitian zat bioaktif ke depannya.

"Pemetaan keanekaragaman hayati baru dan yang tidak diketahui ini sangat berharga," lanjutnya. "Namun, pada saat yang sama, ini adalah pengetahuan dasar baru yang dapat menjadi dasar untuk studi eksperimental jalur infeksi dan zat bioaktif yang terlibat."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait