Pemilihan Rabu Pon sebagai hari untuk melakukan pelantikan, kemungkinan dikaitkan dengan hari lahir Presiden Joko Widodo sendiri. Lalu, apa makna di baliknya?
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 23 Desember 2020 - 14:48 WIB
WowKeren - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi telah secara resmi melantik 6 menteri baru Kabinet Indonesia Maju pada Rabu (23/12) hari ini. Yang mana jika dilihat dalam sistem penanggalan Jawa, hari ini adalah hari Rabu Pon.
Selama menjabat sebagai presiden, Jokowi memang selalu memilih untuk melakukan reshuffle menteri tepat pada Rabu Pon. Tak pelak hal ini pun turut menuai sorotan sejumlah pihak.
Sebagian pihak ada yang menganggap Rabu Pon sebagai hari baik sang Kepala Negara. Sebagai informasi, pon adalah salah satu weton atau hari pasaran dalam penanggalan Jawa.
Pemilihan Rabu Pon sebagai hari untuk melakukan pelantikan, kemungkinan dikaitkan dengan hari lahir Jokowi sendiri. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Pengajar Sastra Jawa Universitas Indonesia, Prapto Yuwono. Diketahui, Jokowi lahir pada Rabu Pon, 21 Juni 1961.
"Kalau memang memakai itu (hitung-hitungan Jawa), berarti memang barangkali ini dikaitkan dengan hari kelahiran Pak Jokowi sendiri," kata Prapto dilansir CNN Indonesia, Rabu (23/12). "Atau hari yang dipilih atau disarankan oleh sesepuhnya."
Dalam primbon Jawa, seorang pemimpin memang harus menyampaikan hal apapun kepada publik yang berkaitan dengan kekuasaannya. Hari kelahiran dalam tradisi Jawa kerap dikaitkan dengan hal-hal positif.
Sehingga pemilihan Rabu Pon sebagai hari pelantikan, bisa jadi berkaitan dengan keyakinan agar para menteri yang dipilihnya nanti benar-benar membantu jalannya pemerintahan. "Hari lahir itu untuk tindakan-tindakan yang nyangkut keselamatan, keamanan, kesejahteraan," ujar Prapto menambahkan.
Adapun beberapa menteri baru di antaranya adalah Tri Rismahirini yang menggantikan Juliari Batubara sebagai Menteri Sosial, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto.
Diketahui, Jokowi pernah menjadikan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Polhukam pada 12 Agustus 2015 dan menarik kembali Sri Mulyani dari Direktur Pelaksana Bank Dunia untuk dijadikan Menteri Keuangan pada 27 Juli 2016. Keduanya bertepatan dengan hari Rabu Pon.
(wk/zodi)