Gempi Ikut Jadi Sorotan Terkait Kasus Video Syur Gisella Anastasia, KPAI Bilang Begini
Instagram/gisel_la
Selebriti
Gisella Anastasia Tersangkut Video Syur

Gempi, putri Gisella Anastasia ikut menjadi sorotan usai pengakuannya soal kasus video syur. KPAI pun ikut memberikan pandangan mereka dalam masalah tersebut.

WowKeren - Gisella Anastasia kembali membuat heboh infotainment usai mengaku sebagai pelaku dalam video syur yang sempat beredar di media sosial beberapa waktu lalu. Gisel pun kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya bersama pemeran laki-laki berinisial MYD

Berbagai tanggapan dan komentar publik pun membanjiri media sosial Gisella Anastasia. Orang-orang yang berkaitan dengannya juga ikut kena getah, tak terkecuali sang anak, Gempita Nora Marten.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan ke. Menurut pihaknya, buah hati Gisella Anastasia tak sepatutnya dilibatkan dalam masalah yang menimpa ibunya.

"Pertama gini, saya sih berharap anaknya jangan diikut-ikutkan apalagi disebut namanya. Itu juga saya agak sedih ya sebenarnya kalau ingat itu. Sempat ramai sih di kalangan aktivis anaknya kalau ngomongin, anaknya jangan dibawa-bawa, gitulah kira-kira," ujar Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, dilansir dari Detik.com pada Rabu (30/12).


KPAI pun menanggapi bijak soal anggapan publik yang menyebut bahwa Gading Marten, mantan suami Gisella Anastasia, lebih pantas mengasuh Gempi. Seperti diketahui, Gisella Anastasia mendapatkan hak asuh anak pascabercerai.

"Terus kalau terkait dengan anak saya kira dibicarakanlah mana yang terbaik. Kan kita nggak tahu prosesnya akan seperti apa, kemudian kebiasaan anak ini dengan siapa dan seterusnya. Saya kira mereka berdua harus sama-sama bijak untuk membahas pengasuhannya dan anak ini sekali lagi kan nggak ada dosa turunannya. Jadi yang paling penting adalah bagaimana proteksi untuk tumbuh kembangnya," jelas Rita.

Pihak KPAI berharap Gisella Anastasia dapat bekerja sama dengan mantan suaminya demi kebaikan buah hati mereka. KPAI pun berharap bocah berusia 5 tahun itu tak merasakan dampak buruk dari kasus yang menimpa sang bunda.

"Tapi kalau saya sih prinsipnya anaknya tetap dipenuhi oleh kedua belah pihak bagaimanapun caranya, kan sekarang ada virtual dan seterusnya," ungkapnya.

"Tapi ya memang harus ada asesmen pendampingan terus kebiasan dia itu menjadi hal yang penting buat menyikapi ini biar dia tidak terdampak dengan situasi orangtua," tutup Rita.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts