Kepala Polis Diraja Malaysia mengungkap dugaan bahwa tersangka utama di balik parodi 'Indonesia Raya' kemungkinan adalah seorang pekerja migran RI di Sabah.
- Elvariza Opita
- Kamis, 31 Desember 2020 - 15:23 WIB
WowKeren - Pekan ini Indonesia dibuat murka dengan unggahan video parodi lagu kebangsaan "Indonesia Raya" di berbagai platform media sosial. Namun bukan cuma Polri, Malaysia pun bekerja cepat untuk menemukan siapa pihak yang bertanggung jawab di balik parodi meresahkan yang mengganti lirik "Indonesia Raya" dengan sejumlah kata-kata kasar tersebut.
Kekinian Kepala Kepolisian Kerajaan Malaysia Irjen Tan Sri Abdul Hamid Bador pun membeberkan perkembangan terkini penyelidikannya. Dan rupanya sebuah fakta mengejutkan terungkap, sebab pihak kepolisian menduga pelaku utama parodi tersebut bukan dibuat Malaysia tetapi malah warga Indonesia sendiri.
Hasil penyelidikan Polisi Malaysia menunjukkan video parodi itu dibuat oleh seorang buruh warga Indonesia berusia sekitar 40 tahunan yang bekerja di Sabah. Bahkan sang diduga pelaku sudah sempat diamankan di Sabah dan kini sedang menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Tersangka ditangkap di Sabah Senin (28/12) lalu," ujar Abdul Hamid, dilansir dari Bernama, Kamis (31/12). "Dan PDRM (Kepolisian Kerajaan Malaysia) menemukan petunjuk baru dalam penyelidikan kasus tersebut."
"Ya, PDRM mendapat petunjuk baru bahwa pelaku dikatakan berasal dari negara tetangga (Indonesia)," imbuhnya. "Dan kami sedang menginterogasi untuk informasi lebih lanjut tentang pengakuannya tentang siapa yang mengedit video tersebut."
Informasi tersebut pun, jelas Abdul Hamid, telah dibagikan kepada pihak Polri. Ia pun menjanjikan bahwa tersangka utama di balik parodi tersebut akan diketahui dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ungkap Abdul Hamid, Polri juga menanggapi serius kasus ini. Sebagai bukti, Indonesia disebut sampai menerbangkan tim khusus dari Bareskrim Mabes Polri ke Sabah demi menyelidiki sang dugaan tersangka utama.
"Dalam kasus terbaru ini, ada pelaku kejahatan yang tidak bertanggung jawab," jelas Abdul Hamid. "Dan memiliki motif jahat yang mengabaikan lagu kebangsaan Indonesia Raya."
"Parodi ini membuat marah masyarakat Indonesia dan saya jamin tindakan drastis telah dilakukan Bareskrim (Polri)," sambungnya. "Yakni membentuk tim khusus yang kemarin diterbangkan ke Sabah untuk melacak para pelakunya."
(wk/elva)