Beberapa hari pasca kunjungan tersebut, para penghuni panti jompo menunjukkan gejala virus corona (COVID-19). Sebanyak 85 orang penghuni dan 40 orang staf panti jompo dinyatakan positif COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 02 Januari 2021 - 15:30 WIB
WowKeren - Sedikitnya ada 26 lansia penghuni panti jompo Hemelrijck di distrik Mol, Belgia, yang meninggal dunia pasca kunjungan relawan berkostum Sinterklas. Kunjungan yang digelar pada 5 Desember 2020 tersebut diatur sendiri oleh pihak manajemen panti jompo. Sebagai informasi, Belgia memang memiliki tradisi kunjungan Sinterklas pembawa kado setiap tanggal 6 Desember.
Beberapa hari pasca kunjungan tersebut, para penghuni panti jompo menunjukkan gejala virus corona (COVID-19). Sebanyak 85 orang penghuni dan 40 orang staf panti jompo dinyatakan positif COVID-19, dan 26 penghuni dilaporkan meninggal dunia.
Pemerintah setempat awalnya menyatakan bahwa relawan hanya memasuki area umum seperti ruang duduk. "Dia (relawan berkostum Sinterklas) selalu menjaga jarak dari penghuni, hanya berada di tempat tersebut tak lebih dari beberapa menit dan memakai masker. Para penghuni (panti jompo) juga memakai masker," demikian kutipan pernyataan pemerintah setempat dilansir Guardian pada Sabtu (2/1).
Namun usai foto-foto acara tersebut muncul, terungkap bahwa para penghuni panti jompo tak mengenakan masker selama kunjungan tersebut. Pemerintah setempat lantas kembali memberikan klarifikasi.
"Kami telah menerima informasi yang salah dari manajemen," tulis pernyataan kedua. "Kami sangat menyesali hal ini. Setelah melihat beberapa foto, kami harus menyimpulkan bahwa ini lebih dari sekadar kesalahan. Sebaliknya, ini adalah peristiwa yang sama sekali tidak bertanggung jawab. Kami tidak akan pernah menyetujui ini."
Melansir CNN, pria berkostum Sinterklas yang mengunjungi panti jompo tersebut dinyatakan positif COVID-19 pasca kunjungannya. Ia merupakan putra salah satu penghuni panti jompo tersebut. Pemerintah setempat menyatakan bahwa pria tersebut tidak merasa sakit saat melakukan kunjungan ke panti jompo itu.
Seorang juru bicara kesehatan regional, Joris Moonens, mengatakan tidak ada penyelidikan yang dilakukan jika tidak ada keluhan resmi. Selain itu, tidak ada indikasi bahwa relawan tersebut sadar dia terinfeksi COVID-19.
Sementara itu, ahli virologi terkemuka Belgia, Marc Van Ranst, mengatakan bahwa tidak dapat dipastikan 100 persen jika relawan tersebut yang membawa COVID-19 ke panti jompo. "Pria itu adalah sukarelawan di panti jompo dan secara teoritis bisa saja terinfeksi oleh penghuni atau anggota staf," ujar Van Ranst dilansir AP News.
Di sisi lain, lansia berusia 85 tahun bernama Angele menjadi penghuni panti jompo Hemelrijck yang pertama kali meninggal dunia pasca kunjungan Sinterklas tersebut. Saudara perempuan Angele, Lily Lenaerts, menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap pihak panto jompo tersebut. "Saya masih belum menerima kartu ucapan belasungkawa (dari panti jompo) dan saya telah berkunjung selama empat tahun," ujar Lily kepada Het Laatste Nieuws
(wk/Bert)