Larangan berpelesir itu muncul setelah Jack Ma mengkritik pemerintahan Presiden Xi Jinping dalam pidatonya di sebuah acara fintech di Shanghai pada 24 Oktober 2020.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 06 Januari 2021 - 19:17 WIB
WowKeren - Sebelum Jack Ma dikabarkan "menghilang" dari depan publik, pemerintah Tiongkok dikabarkan melarang miliarder pendiri platform e-commerce Alibaba tersebut untuk bepergian ke luar negeri.
Larangan berpelesir itu muncul setelah Jack Ma mengkritik pemerintahan Presiden Xi Jinping dalam pidatonya di sebuah acara fintech di Shanghai pada 24 Oktober 2020. Di acara yang juga dihadiri oleh pejabat tinggi Tiongkok tersebut, salah satu pengusaha terkaya di Negeri Tirai Bambu itu mengkritik sistem perbankan negara dan menyerukan reformasi.
Pria 56 tahun itu bahkan mengatakan bahwa bank-bank Tiongkok beroperasi dengan mentalitas pegadaian. Kritik Jack Ma tersebut tampaknya mengusik pemerintahan Tiongkok dan Presiden Xi Jinping.
Sejak pidato kontroversialnya itu, Jack Ma juga tidak terlihat tampil lagi di depan publik. Penampilan publik terakhirnya yaitu pada sebuah acara siaran langsung peresmian pembukaan acara bazar belanja tahunan Double 11 di Tiongkok.
Dilaporkan bahwa pihak berwenang Tiongkok telah memperingatkan Jack Ma untuk tidak pergi ke luar negeri pada awal Desember. Hal itu diungkap oleh salah satu sumber yang mengaku dekat denga Jack Ma dan familiar dengan masalah tersebut.
Dilansir dari CNN, sebuah tagar "Ma Yun dilarang pergi keluar Tiongkok" juga sempat muncul di situs Weibo dan kemudian disensor. Ma Yun senditi merupakan nama Tiongkok Jack Ma. Namun, nama sang miliarder tidak secara publik terdaftar dalam database pemerintah Tiongkok terkait orang yang dilarang pergi keluar negeri.
Di sisi lain, Jack Ma memperoleh kekayaannya setelah mendirikan Alibaba, yang dijuluki Amazon Asia, dan pernah menjadi tokoh favorit rezim komunis Tiongkok. Namun, ia mendadak hilang tanpa kabar begitu saja. Dalam beberapa pekan terakhir tidak ada aktivitas di akun Twitter miliknya, yang biasanya memuat beberapa kicauan dalam sehari.
Jack Ma juga tiba-tiba diganti sebagai juri di final "Africa’s Business Heroes", sebuah kontes TV bergaya Den Dragons untuk wirausahawan pemula. Fotonya kemudian dihapus dari halaman web panel juri dan dia kemudian dikeluarkan dari video promosi. Padahal, ayah tiga anak itu sebelumnya menulis di Twitter bahwa dia "tidak sabar" untuk bertemu dengan semua kontestan.
"Karena konflik jadwal, Tuan Ma tidak dapat lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir Pahlawan Bisnis Afrika awal tahun ini," kata seorang juru bicara Alibaba.
Di sisi lain, Tiongkok sendiri memang memiliki sejarah membungkam miliarder pengkritik. Pada Maret 2020, seorang taipan properti, Ren Zhiqiang, menghilang setelah dia menyebut Presiden Xi Jinping sebagai "badut" karena penanganannya terhadap krisis virus corona.
Teman Ren Zhiqiang mengatakan mereka tidak bisa menghubunginya sama sekali. Lalu enam bulan kemudian Zhiqiang dijatuhi hukuman 18 tahun penjara setelah dia "secara sukarela dan jujur mengaku atas berbagai kejahatan korupsi."
(wk/luth)