WHO Peringatkan Dunia di Ambang Kegagalan Moral Dahsyat Gara-Gara Vaksin Corona
Dunia
Vaksin COVID-19

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai prospek distribusi vaksin virus corona (COVID-19) yang adil kini berada dalam 'risiko serius'.

WowKeren - Vaksin menjadi salah satu cara dunia menghadapi pandemi virus corona (COVID-19). Namun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dunia tengah berada di ambang "kegagalan moral yang dahsyat" dalam berbagi vaksin COVID-19.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai prospek distribusi vaksin yang adil kini berada dalam "risiko serius". Menurut Tedros, ada 44 kesepakatan bilateral skema pembagian vaksin COVAX yang telah ditandatangani tahun lalu.

Selain itu, setidaknya ada 12 kesepakatan bilateral lain yang telah diteken tahun ini. "Ini dapat menunda pengiriman COVAX dan menciptakan skenario yang seharusnya dihindari COVAX, dengan penimbunan, pasar yang kacau, respons yang tidak terkoordinasi dan gangguan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan," tutur Tedros dilansir Reuters pada Rabu (20/1).

Pendekatan "saya duluan" seperti itu dinilai Tedros membuat negara-negara miskin dalam risiko. "Pada akhirnya, tindakan ini hanya akan memperpanjang pandemi," ujar Tedros.


Tedros mengungkapkan bahwa lebih dari 39 juta dosis vaksin corona telah diberikan di 49 negara berpenghasilan tinggi. Sedangkan hanya 25 dosis yang diberikan kepada satu negara miskin.

Awal bulan ini, Tedros juga telah mengimbau produsen vaksin dan negara-negara kaya untuk berhenti membuat kesepakatan bilateral. Pasalnya, hal tersebut dinilai merugikan upaya yang didukung PBB untuk memperluas akses vaksin corona.

Delegasi dari Burkina Faso, atas nama kelompok Afrika, menyatakan keprihatinan tentang beberapa negara yang telah "menyedot" sebagian besar persediaan vaksin corona. WHO pun mendesak negara dan produsen vaksin corona untuk menyebarkan dosis secara lebih adil ke seluruh dunia.

Sebelumnya, Program Urusan Darurat WHO, dokter Mike Ryan, telah meminta negara-negara kaya di seluruh dunia untuk berbagi vaksin corona dengan negara kecil demi menjembatani kesenjangan vaksin global. "Ada populasi di luar sana yang menginginkan dan ada yang membutuhkan vaksin yang tidak mendapatkannya kecuali kita mulai berbagi," kata Ryan dalam jumpa pers di Jenewa beberapa waktu lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts