Jangan Buru-Buru Resign, Sudahkah 7 Hal Ini Jadi Pertimbanganmu?
Getty Images
SerbaSerbi

Selain peluang mendapatkan pekerjaan baru, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk resign. Keputusan ini tidak bisa dianggap enteng.

WowKeren - Resign adalah sebuah keputusan besar yang tidak bisa dianggap enteng. Sebelum memutuskan untuk resign, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Sebab keputusan ini bisa saja mempengaruhi kehidupan seseorang terutama dari segi finansial.

Ada banyak hal yang mendorong niat seseorang untuk resign. Mulai dari gaji yang sudah tidak relevan dengan beban kerja hingga hubungan dengan rekan kantor yang kian memburuk. Rasa jenuh dan depresi semacam ini bisa mengurangi produktivitas sehingga resign dianggap sebagai satu-satunya jalan.

Sejenuh apa pun kondisimu di kantor hingga seolah tidak tahan untuk segera resign, kamu tetap perlu mempertimbangkan banyak hal. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi kamu ke depannya. Berikut 7 hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum resign.

(wk/zodi)

1. Bekal Tabungan


Bekal Tabungan
Getty Images/Wokephoto17

Sebelum memutuskan untuk resign, pastikan kamu memiliki tabungan yang cukup. Apalagi jika kamu belum memiliki batu loncatan baru.

Akan sangat menyusahkan jika kamu resign sedangkan uang tabungan yang ada tidak cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Bisa jadi kamu justru akan menyesali keputusan untuk resign karena kehilangan sumber pendapatan sedangkan di lain sisi kamu harus tetap memenuhi kebutuhan hidup.

2. Peluang Mendapat Pekerjaan Baru


Peluang Mendapat Pekerjaan Baru
Unsplash/Christin Hume

Hal selanjutnya yang harus kamu pertimbangkan adalah peluang untuk mendapatkan pekerjaan baru jika kamu sudah lepas dari perusahaan lama. Tidak ada jaminan ketika kamu resign kamu segera bekerja lagi dalam waktu 1-3 bulan.

Untuk itu penting memastikan kamu sudah memiliki batu loncatan baru alias pekerjaan baru sebelum memastikan untuk resign. Sebab saat ini bukan hal mudah untuk mendapatkan pekerjaan baru mengingat semakin terbatasnya lapangan kerja yang tersedia sedangkan di lain sisi pesaing kian bertambah banyak.

3. Usaha Sampingan


Usaha Sampingan
Unsplash/Magnet.me

Tak ada salahnya kamu juga mencari usaha atau pekerjaan sampingan selain pekerjaan utama di kantor. Pekerjaan ini bisa menjadi penyelamatmu ketika kamu terdesak untuk segera resign namun peluang pekerjaan masih belum pasti.

Meski demikian, perlu juga diingat bahwa pekerjaan sampingan tidak bisa sepenuhnya kamu jadikan pijakan utama. Kecuali jika memang kamu berfokus untuk mengembangkannya, hal ini jauh lebih baik. Sebab, tak sedikit karyawan yang memilih menekuni usaha sampingan mereka usai resign hingga sukses.

4. Utang


Utang
Rawpixel/Felix

Selain dana cadangan atau tabungan, kamu juga perlu mempertimbangkan apakah kamu memiliki tanggungan kredit yang belum lunas. Jangan sampai hanya karena kamu merasa tertekan di kantor lalu memutuskan resign, kamu lantas tidak memikirkan kelanjutan cicilan yang harus dibayar.

Alih-alih terlepas dari depresi, kondisi ini justru akan membuatmu tertekan. Apalagi jika selepas resign kamu tak kunjung menemukan pekerjaan kamu akan semakin sulit menghadapi tekanan hidup, bukan?

5. Usia


Usia
Rawpixel

Tak sedikit perusahaan yang membatasi usia maksimal bagi pelamar. Seiring berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan peluang mendapat pekerjaan juga kian menyempit karena fakta di lapangan yang satu ini.

Meskipun ada perusahaan yang lebih fleksibel soal usia namun pada umumnya hal ini dibarengi dengan kualifikasi yang tinggi untuk faktor pengalaman. Dengan kata lain, peluang mendapatkan pekerjaan semakin sulit dan terbatas. Oleh sebab itu sebelum mengambil keputusan untuk resign, pertimbangkan betul-betul faktor ini.

6. Gaji dan Tunjangan


Gaji dan Tunjangan
Unsplash/Mufid Majnun

Pada banyak kasus, alasan seseorang memutuskan untuk resign adalah karena gaji yang diterima sudah tidak lagi relevan dengan beban kerja. Beban kerja yang didapat kian bertambah namun tak sejalan dengan gaji yang masih jalan di tempat.

Seiring berjalannya waktu gaya hidup seseorang juga bisa berubah sehingga akan ada lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan kian hari kian banyak sedangkan gaji sudah tak lagi mencukupi. Jika memang sudah berada di kondisi ini, mempertimbangkan untuk resign bisa menjadi opsi.

7. Kesiapan Mental


Kesiapan Mental
Getty Images/Fuse

Selain menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk jika tak kunjung mendapatkan pekerjaan baru, kamu juga perlu memikirkan bagaimana kelak ketika sudah ditempatkan di lingkungan kerja yang baru. Tentunya kamu memerlukan adaptasi dengan perubahan lingkungan.

Jangan sampai di lingkungan yang baru kamu justru lebih tertekan sehingga akan membuatmu menyesal telah resign dari pekerjaan lama. Pastikan kamu bisa mengontrol emosi sehingga mentalmu bisa tetap stabil. Intip juga trik agar kamu bisa beradaptasi di tempat kerja baru di artikel ini, ya.

Itulah hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan baik-baik sebelum memantapkan diri untuk resign. Jika alasan utamamu resign adalah karena rekan kerja yang menyebalkan, kamu bisa membaca tips ini untuk menghadapinya.

You can share this post!

Related Posts