AHY Janji Bakal Lakukan Ini Jika Bertemu Kubu Moeldoko, Sempat Singgung Soal Ambisi Miliki Demokrat
Instagram/agusyudhoyono
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Partai Demokrat kubu AHY dan Moeldoko disebut-sebut bisa bertemu di Kemenkumham menyusul konflik internal yang sampai berujung pada gelaran KLB di Deli Serdang, Sumut.

WowKeren - Konflik Partai Demokrat terus bergulir panas. Bahkan kini kubu Agus Harimurti Yudhoyono dan Moeldoko dikhawatirkan bakal bertemu di Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka meluruskan situasi yang ada.

Ketika disinggung peluang bertemu dengan kubu Moeldoko, AHY rupanya sudah berjanji hanya akan mengulas senyum. "Ya senyumin aja nanti," tegas AHY di DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (8/3) sebelum berangkat ke Kemenkumham.

Kubu AHY memang berangkat ke Kemenkumham dalam rangka menunjukkan sederet bukti bahwa Kongres Luar Biasa yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara adalah aktivitas ilegal yang menyalahi AD/ART partai. "SK tentang status ketua DPD 34 se-Indonesia 514 ketua DPC se-Indonesia yang sah, yang memegang hak suara sah dan konstitusi di Partai Demokrat," beber AHY perihal bukti yang akan ia tunjukkan di Kemenkumham.

AHY memang tegas terus menyerang kubu Moeldoko terkait KLB yang terjadi. Mulai dari menilai KLB ilegal, menegaskan posisinya yang sah sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, sampai mengklaim Moeldoko sudah bersikap tidak ksatria dalam upayanya mengambilalih partainya.


Dan kini, dalam pandangan AHY, ia menilai bahwa sang Kepala Kantor Staf Kepresidenan sejatinya tidak mencintai Partai Demokrat. Moeldoko, menurut AHY, yanya berambisi untuk memiliki partai yang pernah diketuai Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

"Katanya Kepala KSP Moeldoko itu mencintai (Partai Demokrat), katanya. Ada yang mengatakan mencintai itu tidak harus memiliki," ujar AHY ketika membuka rapat pimpinan yang diikuti petinggi Partai Demokrat, Minggu (7/3). "Yang kelas KSP Moeldoko tidak mencintai tapi ingin memiliki Partai Demokrat."

Sebab jika memang hanya ingin menunjukkan rasa cinta dan pengabdian kepada partai, cukup melakukan deteminasi untuk membesarkan partai. Hal ini, menurut AHY, telah ditunjukkan oleh para tokoh dan pengurus partai yang saat ini masih solid dengan kepemimpinannya.

"Kami yang ada di sini tidak kemana-mana saat Demokrat terpuruk. Mereka mengatakan telah berkorban dan berjuang untuk Demokrat, padahal kenyataannya ketika kami berjuang mereka kemana?" tutur AHY, dikutip dari Tribun News, Senin (8/3).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts