Agus Harimurti Yudhoyono menanggapi kritik terhadap usulan pemindahan posisi gerbong KRL wanita.
- Rabu, 29 April 2026 - 16:36 WIB
WowKeren - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, baru-baru ini mengemukakan usulan yang menuai banyak kritik dari publik. Usulan tersebut terkait pemindahan posisi gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) khusus wanita untuk meningkatkan keselamatan penumpang. Hal ini muncul sebagai respons setelah terjadinya kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Jakarta-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Dalam konteks tersebut, Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong khusus wanita ditempatkan di posisi tengah rangkaian kereta. “Kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang. Jadi kalau bisa di posisi di tengah, supaya juga lebih safe dan aman,” ujar Arifah Fauzi. Usulan ini segera menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi.
Tanggapan juga datang dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Infrastruktur. AHY menegaskan bahwa alih-alih mengubah posisi gerbong, evaluasi menyeluruh pasca-insiden kecelakaan lebih penting untuk dilakukan. Menurutnya, keselamatan semua penumpang, baik laki-laki maupun perempuan, harus menjadi prioritas utama.
“Ini juga bagian yang akan kita terus evaluasi, tapi yang jelas adalah laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun,” kata Agus Harimurti Yudhoyono, seperti yang dilansir dari Youtube Cumicumi.
AHY juga menekankan bahwa kejadian kecelakaan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menyoroti fakta bahwa gerbong khusus wanita berada di posisi paling terdampak dalam insiden tersebut. “Ada tubrukan antara KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Dan kebetulan yang paling belakang adalah gerbong kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan, bisa dikatakan risiko yang paling tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa fokus pemerintah seharusnya bukan pada pemisahan penumpang berdasarkan gender, melainkan pada keamanan sistem transportasi publik secara keseluruhan. “Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan laki-lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat. Menghadirkan rasa aman, nyaman dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik,” pungkasnya.
Berikut video yang diunggah mengenai tanggapan Agus Harimurti Yudhoyono terkait usulan pemindahan posisi gerbong KRL khusus wanita.
(wk/timw)