WHO Minta Jangan Berhenti Pakai Vaksin AstraZeneca, Tegaskan Efek Samping Masih Dikaji
astrazeneca.com
Dunia

Sejumlah negara Eropa menghentikan pemakaian vaksin AstraZeneca karena dugaan efek samping penggumpalan darah. Namun WHO malah memberi rekomendasi sebaliknya.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan penggunaan vaksin COVID-19 yang dikembangkan AstraZeneca menemui pro dan kontra. Sejumlah negara Uni Eropa menghentikan pemakaian vaksin tersebut lantaran diduga terkait dengan penggumpalan darah yang tentu saja berpotensi membahayakan penderitanya.

Kendati demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak merekomendasikan penyetopan pemakaian vaksin tersebut. "(Vaksin AstraZeneca) adalah vaksin yang baik dan sudah seharusnya pemakaiannya dilanjutkan," tutur Juru Bicara WHO Margaret Harris, dikutip dari BBC.

Kendati demikian, Harris menegaskan WHO akan mengkaji lebih dalam soal temuan kasus-kasus penggumpalan darah yang konon terkait vaksin AstraZeneca tersebut. Hanya saja sejauh ini WHO belum menemukan hubungan yang konkret antara kedua kejadian tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menegaskan Komite Global Penasihan Keamanan Vaksin terus mengkaji keamanan dari produk-produk yang beredar. Komite itu pun sekarang juga mengkaji laporan soal vaksin AstraZeneca.


"Segera setelah WHO mendapat pemahaman yang utuh soal peristiwa ini," ujar Tedros dalam konferensi pers daringnya, Jumat (12/3). "Temuan dan perubahan rekomendasi terkini akan segera disampaikan ke publik."

Tenaga Ahli Dirjen WHO bidang Akses Medis dan Produk Kesehatan, Dr Mariangela Simao juga menambahkan bahwa pihaknya kemungkinan akan memberi pernyataan resmi dalam pekan ini. "WHO sangat berhati-hati dengan kondisi ini sehingga kita harus tetap melanjutkan imunisasinya sampai kita bisa menemukan kaitan antara kedua kejadian," tegas Simao.

Ketua Pakar WHO Dr Soumya Swaminathan juga menegaskan belum ada kepastian terkait vaksin AstraZeneca menyebabkan penggumpalan darah tersebut. Karena itulah, ia mendorong untuk vaksinasi dengan AstraZeneca tetap dilanjutkan terlepas dari beberapa negara yang memilih menghentikan sementara pemakaiannya.

"Peristiwa yang terjadi saat ini (terkait dengan vaksinasi COVID-19) harus dilihat dalam konteks 'bisa saja terjadi secara normal'," ungkap Swaminathan. "Hanya karena kejadian ini dilaporkan setelah vaksinasi digelar maka kedua peristiwa dianggap saling terkait. Padahal bisa saja keduanya sama sekali tidak berhubungan."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait