Arief Poyuono blak-blakan ingin 'menampar, mencari muka, dan menjerumuskan' Jokowi buntut sangat vokal mengusulkan supaya sang presiden menambah masa jabatannya jadi 3 periode.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 20 Maret 2021 - 16:32 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan muncul isu penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode yang menimbulkan pro dan kontra. Salah satu yang mengotot atas usulan tersebut adalah eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.
Perihal wacana ini pun sempat menerima reaksi negatif dari Presiden Joko Widodo sendiri dan merasa pihak pengusul ingin menampar, mencari muka, serta menjerumuskannya. Menanggapi tudingan tersebut, Poyuono pun tak segan mengakui memang ingin "menampar" Jokowi.
"Maju lagi. Kenapa kalau 3 periode, kan?" ujar Arief dalam sebuah diskusi di MNC Trijaya, Sabtu (20/3). "Dia harus melewati proses Pilpres tidak serta merta diangkat MPR kalau saya bicara."
"Kedua kata Pak Jokowi yang tahun lalu itu menampar, ya kan atau cari muka. Saya itu ketiga-tiganya, saya memang mau menampar Pak Jokowi, menjerumuskan Pak Jokowi, mau cari muka," sambungnya tanpa sungkan.
Lantas apa sebenarnya alasan di balik dukungan kuat Poyuono supaya Jokowi bisa memerintah 3 periode? Rupanya Poyuono ingin menyadarkan Jokowi bahwa sang presiden masih sangat dibutuhkan negeri ini padahal masa jabatannya akan berakhir pada 2024 mendatang.
"Kenapa mau menampar dia? Dia harus sadar bahwa dia itu seorang pemimpin yang masih sangat diinginkan masyarakat Indonesia, untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia pada saat COVID ini," tegas Poyuono.
Poyuono menilai tidak ada yang salah dengan melakukan amandemen UUD 1945 demi mengubah masa jabatan kepemimpinan seorang presiden menjadi 3 periode. Asal semua dilakukan sesuai ketentuan yang benar.
"Saya berpikir periode ke depan itu untuk ke depan. Saya sebagai anggota masyarakat, mengikuti, melihat, keadaan kok negara saya demokrasi tapi kok stuck di sini saja," pungkasnya. "Bukan barang haram kita melakukan amandemen konstitusi."
Isu penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode ini memang sudah berembus sejak lama namun kembali mencuat beberapa waktu belakangan. Ketika disinggung perihal masalah ini pada 2019 lalu, Jokowi mengaku tidak nyaman dan menilai ada pihak-pihak yang sengaja menyuarakannya demi motivasi tertentu.
(wk/elva)