Joe Biden Serukan Larangan Penggunaan Senjata Imbas Penembakan di Colorado
Instagram/joebiden
Dunia

Imbas insiden penembakan di pasar swalayan King Soopers, Colorado pada Senin (22/3) lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) akan mendorong senat dan DPR agar mengesahkan dua RUU terkait Pengawasan Senjata dalam waktu dekat.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memastikan dalam waktu dekat akan mendorong senat dan DPR agar mengesahkan dua RUU terkait Pengawasan Senjata. Keputusan ini diambil usai terjadinya insiden penembakan di pasar swalayan King Soopers, Colorado pada Senin (22/3).

"Saya tidak perlu menunggu satu menit lagi apalagi satu jam untuk mengambil langkah-langkah akal sehat yang akan menyelamatkan nyawa di masa depan, dan saya mendorong rekan-rekan saya di DPR dan Senat untuk bertindak," kata Biden di Gedung Putih dikutip dari Reuters, Rabu (24/3).

Biden meminta Senat menyetujui dua RUU yang sudah disahkan oleh DPR pada 11 Maret lalu terkait dengan pengawasan senjata. Sebab dengan berlakunya UU itu, maka izin pembelian senjata api di AS akan diperketat. Presiden dari Partai Demokrat itu juga menyerukan pelarangan senjata jenis serbu.

Sementara Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan Biden juga tengah mempertimbangkan berbagai tindakan eksekutif untuk mengatasi kekerasan senjata. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak membutuhkan persetujuan kongres.


Sebelumnya telah diberitakan bahwa terjadi penembakan di swalayan King Soopers, Colorado. Seorang pelaku yang terluka telah diamankan oleh kepolisian setempat.

Pelaku merupakan seorang remaja berusia 21 tahun bernama Ahmad Al Aliwi Alissa. Alissa menyerang swalayan King Soopers menggunakan senapan serbu dan pistol. Bahkan ia juga menggunakan rompi taktis.

Dalam insiden tersebut, 10 orang dilaporkan tewas termasuk seorang polisi. Identitas para korban tewas kini sudah diidentifikasi.

Mereka adalah Denny Stong (20); Neven Stanisic (23); Rikky Olds (25); Tralona Bartkowiak (49); Suzanne Fountain (59); Teri Leiker (51); Kevin Mahoney (61); Lynn Murray (62); Jody Waters (65) dan seorang polisi Eric Talley (51).

Sejauh ini, pihak berwenang meyakini Alissa bertindak seorang diri dalam peristiwa itu. Tapi, terkait motif pelaku melakukan penembakan, mereka belum mengungkapkan kepada publik. "Terlalu dini bagi kami untuk menarik kesimpulan apa pun saat ini," kata seorang agen FBI Michael Schneider.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts