Sebut Risma Makin Kurus Meski Belum Lama Menjabat Jadi Mensos, Megawati: Makan Hati Dia
Instagram/tri.rismaharini
Nasional

Awalnya, Megawati mengingatkan para kader PDIP yang memegang jabatan untuk benar-benar membela dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Mensos Risma pun dijadikannya sebagai contoh.

WowKeren - Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma disebut Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri semakin kurus setelah masuk Kabinet Indonesia Maju. Padahal, Risma baru menjabat sebagai Mensos selama sekitar tiga bulan.

Awalnya, Megawati mengingatkan para kader PDIP yang memegang jabatan untuk benar-benar membela dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Megawati lantas mencontohkan Mensos Risma yang kini dinilainya semakin kurus.

"Itu Mbak Risma, tadi saya lihat Mbak Risma kok badane wis kuru (badannya sudah kurus), baru juga berapa lama jadi Menteri," tutur Megawati dalam peluncuran buku "Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam" yang digelar secara virtual pada Rabu (24/3). "Makan hati dia. Kenapa? Ya ngeliatin orang jompo, di kolong jembatan."

Lebih lanjut, Megawati mengungkapkan bahwa Risma sempat menemuinya sambil menangis beberapa waktu lalu. Kala itu, Risma curhat baru saja menemui keluarga yang tinggal di kolong jembatan.


Ibu dan anak dalam keluarga itu disebut mengidap HIV/AIDS, sang anak bahkan dalam kondisi sekarat dan pernah diperkosa. "Nangislah dia. 'Terus harus gimana, Bu'," ungkap Presiden ke-5 RI tersebut.

Megawati lantas memberikan nasehat kepada Risma. Ia berpesan bahwa menyelamatkan anak bangsa memang menjadi tugas mereka. Megawati juga kembali menyampaikan pesan tersebut kepada para kader PDIP yang lain.

"Itulah tugas kita, Mbak, menyelamatkan anak bangsa ini," pungkas Megawati. "Coba bayangkan kalian masih mau mejeng-mejeng. Ampun, deh."

Di sisi lain, Megawati juga sempat mengomentari soal isu Presiden Joko Widodo menjabat 3 periode. Megawati membela Jokowi dan menegaskan bahwa sang Presiden tidak bisa begitu saja mengamandemen UUD 1945 demi menambah masa jabatan kepresidenan dari 2 menjadi 3 periode.

Ia justru memberikan sindiran pedas bagi pihak-pihak yang mendorong Jokowi untuk menjabat 3 periode. Tudingan tersebut juga dinilainya sangat tidak berdasar mengingat konstitusi tidak semudah itu untuk diubah demi kepentingan segelintir pihak.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait