Kemlu dan Dubes Tanggapi Ancaman Pasangan Gay Thailand yang Dihujat Netizen Indonesia
Unsplash/Nick Karvounis
SerbaSerbi

Setelah menerima hujatan dari warganet Indonesia, pihak pasangan gay Thailand mengancam WNI ditangkap di bandara begitu memasuki negaranya. Persoalan itu mendapat tanggapan begini dari Kemlu dan Dubes RI untuk Thailand.

WowKeren - Beberapa waktu lalu netizen Indonesia menulis komentar jahat hingga ancaman mati kepada pasangan sesama jenis (LGBT) asal Thailand yang melangsungkan pernikahan di negaranya. Karena tak terima, salah satu mempelai yakni Suriya Koedsang, sampai melaporkan komentar tersebut ke Ronnarong Kaewpetch dari Network of Campaigning for Justice.

Persoalan ini pun menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Thailand. Kemlu berharap permasalahan ini tidak mempengaruhi hubungan baik antara pemerintah Indonesia dan Thailand.

"Semoga tidak ada dampaknya, (sejauh ini) tidak ada (protes) antar pemerintah," kata juru bicara Kemblu Teuku Faizasyah, dilansir dari detik.com, Jumat (16/4).

Apalagi menurutnya, menjaga hubungan baik antar negara menjadi salah satu prioritas pemerintah. "Kalau memang hanya isu tidak perlu dijadikan isu, karena banyak hal lainnya yang perlu kita prioiritaskan. Hal-hal di dalam negeri terkait bencana misalnya dan juga hal-hal lain dalam hubungan antar bangsa," jelasnya.


Selain Kemlu, Dubes Indonesia untuk Thailand yakni Rachmat Budiman turut menanggapi ancaman pengacara pasangan LGBT tersebut, yang meminta orang Indonesia ditangkap di bandara begitu memasuki Thailand. Menurut Rachmat, ancaman itu terlalu berlebihan.

"Soal ancaman bahwa polisi sudah siap menahan WNI yang masuk ke Thailand, saya rasa itu berlebihan. Saya kira kita tidak perlu berandai-andai," kata Rachamt.

Kendati demikian, ia tak keberatan dengan langkah hukum yang ditempuh oleh pasangan tersebut. "Dalam kesehariannya di sini hal tersebut tidak banyak mendapat sorotan. Kalau mereka memang mau menempuh jalur hukum ya itu haknya," imbuh Rachmat.

Rachmat juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di Thailand. Meskipun saat ini belum ada laporan terkait gangguan yang diterima WNI di sana.

"Sejauh ini tidak ada laporan masuk ke KBRI atau yang termonitor oleh WNI di Bangkok tentang adanya ancaman terhadap keamanan WNI di Thailand. Kami akan terus memantau hal tersebut," pungkasnya.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts