Agensi Mark Lee, Upper Room, meminta maaf terkait penggunaan pakaian yang kontroversial.
- Rabu, 24 Juni 2026 - 18:01 WIB
WowKeren - Mantan anggota NCT, Mark Lee, baru-baru ini menjadi sorotan setelah foto dirinya mengenakan kaus bergambar bendera Konfederasi Amerika Serikat beredar di media sosial. Bendera tersebut, yang merupakan simbol dari pihak Confederate States of America dalam Perang Saudara Amerika, memiliki sejarah kelam terkait perbudakan dan diskriminasi rasial. Reaksi warganet pun beragam, banyak yang menganggap pemakaian simbol tersebut oleh seorang publik figur sebagai hal yang sangat sensitif dan menyakitkan.
Menanggapi kritik yang muncul, agensi yang menaungi Mark Lee, Upper Room, segera merilis pernyataan resmi. Mereka meminta maaf dan menghapus foto yang menimbulkan kontroversi tersebut. Dalam pernyataannya, agensi mengakui bahwa mereka tidak sepenuhnya memahami makna historis dan sensitivitas yang melekat pada simbol yang terdapat pada kaus tersebut. "Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang muncul dalam foto yang baru-baru ini dibagikan," ungkap mereka.
Upper Room juga menyatakan rasa penyesalan kepada semua pihak yang merasa tersinggung. Mereka berkomitmen untuk lebih berhati-hati di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang. Agensi tersebut menambahkan, "Setelah menyadari signifikansi historis dan sensitivitas yang terkait dengan simbol yang ditampilkan pada kaus tersebut, kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa simbol tersebut tidak akan terlihat dalam konten resmi apa pun." Meskipun telah melakukan tindakan pencegahan, foto tersebut tetap tersebar di luar kontrol mereka, menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Kontroversi ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan konteks budaya dan sejarah dalam dunia hiburan. Penggunaan simbol-simbol tertentu bisa memicu reaksi yang berbeda-beda, terutama di kalangan penggemar dan masyarakat luas. Dalam situasi seperti ini, figur publik diharapkan lebih berhati-hati dalam memilih apa yang mereka kenakan, mengingat pengaruh yang mereka miliki terhadap penggemar dan masyarakat.
(wk/timw)