Virus Corona Lebih Agresif Serang Ibu Hamil, Brazil Minta Warganya Tunda Kehamilan
pixabay/StockSnap
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pada mulanya, tingkat keparahan dianggap berkaitan dengan masa akhir kehamilan. Namun seiring dengan studi yang dilakukan diketahui jika ancaman virus lebih serius.

WowKeren - Pemerintah Brasil meminta warganya yang perempuan untuk menunda kehamilannya selama pandemi virus corona. Hal ini menyusul adanya varian baru yang lebih berbahaya terutama bagi ibu hamil. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Brazil, Raphael Camara.

"Jika memungkinkan (para wanita harus) menunda kehamilan sedikit ke waktu yang lebih baik," kata Camara dalam konferensi pers yang digelar Jumat (16/4). "Sehingga (mereka) bisa hamil di tengah situasi yang lebih kondusif."

Saat ini, kementerian dikatakannya tengah mengerjakan studi tentang masalah kehamilan dan varian virus. Dari sinilah berangkat anggapan bahwa varian baru lebih bersifat agresif pada wanita berbadan dua.

Pada mulanya, tingkat keparahan dianggap berkaitan dengan masa akhir kehamilan. Namun seiring dengan studi yang dilakukan diketahui jika ancaman virus rupanya lebih serius bahkan sejak kehamilan menginjak usia trimester pertama.


"Pandangan klinis para ahli menunjukkan bahwa varian baru memiliki tindakan yang lebih agresif pada ibu hamil," ujarnya. "Sebelumnya, (keparahan) dikaitkan dengan akhir kehamilan, tetapi sekarang (mereka) melihat evolusi yang lebih serius pada trimester kedua dan bahkan pada trimester pertama."

Sementara itu, Brasil sendiri mencatat kematian tertinggi kedua di dunia akibat COVID-19 menyusul Amerika Serikat, dengan 368.749 angka kematian dan lebih dari 13,8 juta kasus. Hal ini bisa jadi disebabkan karena varian virus baru, yang diyakini sangat menular.

Sedangkan respons yang lambat bisa memperburuk kondisi ini. Sebuah laporan di jurnal Science menyatakan jika 'respons federal' di Brasil telah menjadi 'kombinasi berbahaya dari kelambanan dan kesalahan. "Tanpa tindakan langsung, ini bisa menjadi cerminan dari apa yang mungkin akan terjadi di tempat lain di Brasil."

Hal ini menyusul sistem rumah sakit yang kolaps di Manaus di mana terjadi kekurangan oksigen. Sementara itu, Inggris menawarkan vaksin Pfizer/BioNTech atau Moderna kepada wanita hamil di negaranya. Hal ini menyusul penelitian yang menunjukkan 'tidak adanya tanda-tanda bahaya' saat digunakan di AS.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts