82 Orang Tewas Akibat Kebakaran Rumah Sakit COVID-19 di Irak Usai Tangki Oksigen Meledak
Reuters/Thaier al-Sudani
Dunia

Ahmed Zaki, yang mengunjungi saudaranya ketika kebakaran terjadi, menggambarkan kondisi genting saat insiden terjadi. Orang-orang melompat keluar jendela saat api menyebar dengan cepat.

WowKeren - Puluhan orang dilaporkan tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi di unit perawatan intensif virus korona di Rumah Sakit Ibn al-Khatib Baghdad pada Sabtu (24/4). Sebanyak 82 orang meninggal dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sumber medis setempat mengatakan kebakaran dipicu oleh kecelakaan yang menyebabkan tangki oksigen meledak. Kementerian kesehatan mengumumkan pada Minggu (25/4) bahwa 82 orang tewas dan 110 lainnya mengalami luka-luka. Sementara Komisi Hak Asasi Manusia Irak mengatakan 28 dari korban adalah pasien yang harus dilepas dari ventilator untuk menghindari api.

Ahmed Zaki, yang mengunjungi saudaranya ketika kebakaran terjadi, menggambarkan kondisi genting saat insiden terjadi. Orang-orang melompat keluar jendela saat api menyebar dengan cepat.

"Awalnya ada ledakan," ujarnya seperti melansir Al Jazeera. "Orang-orang melompat. Para dokter jatuh ke mobil. Semua orang melompat."


Pejabat pertahanan sipil mengatakan api menyebar dengan cepat, karena rumah sakit tidak memiliki sistem perlindungan saat terjadi kebakaran. "Dan material langit-langit palsu memungkinkan api lebih mudah menyebar," ujarnya.

Insiden ini juga memicu kemarahan publik yang berbuntut pada keputusan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi untuk menangguhkan Menteri Kesehatan Hassan al-Tamimi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyelidikan yang akan melibatkan Gubernur Baghdad.

Al-Kadhimi juga memecat direktur jenderal Departemen Kesehatan Baghdad di daerah al-Rusafa, tempat rumah sakit itu berada. Direktur Rumah Sakit Ibh al-Khatib serta direktur teknik dan pemeliharaannya pun tak luput dari keputusan ini.

"Kelalaian dalam hal seperti itu bukan kesalahan, tapi kejahatan yang harus ditanggung oleh semua pihak yang lalai," ujar Al-Kadhimi dalam pertemuan darurat di markas Komando Operasi Baghdad. Dia memberi waktu 24 jam kepada otoritas Irak untuk melaporkan hasil investigasi.

Menurut Al Jazeera, jumlah korban meninggal kemungkinan masih bisa bertambah. Pasalnya saat ini banyak korban mengalami luka bakar parah. Kurangnya staf medis terkadang membuat keluarga korban diminta untuk mengganti sendiri silinder oksigen.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait