Sejak kecil Dian Sastro mempunyai mimpi besar untuk bersekolah di luar negeri. Belum bisa mewujudkan cita-citanya, Dian berusaha untuk ikhlas dengan membantu orang lain.
- Wahyu
- Kamis, 29 April 2021 - 15:04 WIB
WowKeren - Dian Sastro saat ini sedang menggalakkan program Beasiswa Dian. Selain membantu anak-anak untuk melanjutkan pendidikan, program itu adalah cara Dian demi mengikhlaskan mimpi yang belum terwujud.
Kepada Daniel Mananta di kanal YouTube-nya pada Rabu (28/4), Dian membeberkan kisahnya yang harus merelakan cita-cita. Terinspirasi dari kakek diplomat, ia ingin berkuliah di luar negeri karena ingin menunjukkan citra orang Indonesia yang pekerja keras. Akan tetapi hingga saat ini, istri Indraguna Sutowo itu belum mewujudkan cita-citanya.
"Duitnya udah kekumpul, man. Cuma kok lu bisa aja nggak bisa-bisa berangkat. Tiba-tiba lu nikah, tiba-tiba hamil, tiba-tiba lu ajak suami tapi suami kerjaannya nggak bisa ditinggal. Kayak emang, mungkin nggak sih bukan buat lu jangan-jangan?" ujar Dian kepada Daniel.
Dian berpendapat bahwa perlu keberanian untuk berpikir ulang tentang situasinya dengan pemikiran terbuka. Karena ia merasa harus mempertahankan mimpinya sehingga sulit untuk berpikiran terbuka. Bintang film "Kartini" itu menyatakan bahwa mimpi berasal dari inner child atau sisi kecil seseorang.
"Yang mematok mimpi ini kan Dian kecil, Dian yang masih muda umur 13 yang bokapnya baru meninggal itu lah. Untuk bisa lo akhirnya mau let go dream (melepaskan mimpi), lu harus ngobrol lagi ama Dian 13 tahun itu. Jadi... Itu... kalo emang... yah, gue jadi pengen nangis lagi," kata Dian dengan mata berkaca-kaca.
Kemudian Dian menyebutkan bahwa tangisan sebelumnya adalah bagian dari sisi kecil dirinya. Hingga saat ini pemilik nama asli Diandra Pramita Sastrowardoyo masih mencoba untuk menyembuhkan diri sendiri.
"Gue juga perlu kayak 'pukpukpuk' Dian kecil yang hidup di diri gue bahwa, 'Emang sedih kok kalo kita nggak dapet apa yang kita mau. Nggak apa-apa. Cuma it's not the end of the world (ini bukan akhir dunia), karena habis itu kita kan bisa melakukan segala sesuatu yang lebih bagus. Yang bisa bikin orang lain lebih bahagia.' Sorry, ya, gue norak banget," jelas Dian sembari menyeka air mata.
Ketika ditanyai bagaimana prosesnya merelakan mimpi, Dian mengungkapkan bahwa ia segera mengalihkan tabungannya untuk program Beasiswa Dian. Seiring berjalannya waktu, ibu dua anak itu sadar bahwa ia telah melakukan hal yang benar.
"Oke lah, Dian yang ini nggak dapet cita-citanya cuma kalo bisa ada 5 Dian lain yang dapet cita-citanya. Gue cuma buang aja (mimpinya) dan I just hope for the best (aku berharap yang terbaik). Mudah-mudahan mereka segitu bahagianya dapet cita-cita yang terwujud," pungkasnya.
(wk/wahy)