Kerap Dikritik Soal Pandemi, Partai Narendra Modi Kalah di Pemilu Negara Bagian Benggala Barat
Instagram/narendramodi
Dunia

Perdana Menteri India Narendra Modi kerap dikritik lantaran dianggap lebih fokus mementingkan pemilihan umum daripada mengatasi krisis pandemi di negara itu.

WowKeren - Pemilihan Umum tetap berlangsung di India di tengah kondisi krisis pandemi yang kian mengkhawatirkan. Dalam Pemilu itu, partai Perdana Menteri Narendra Modi kalah di pemilihan negara bagian India. Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dibentuk Modi kalah dari petahana yakni Partai Kongres Trinamool (TMC) pada pemilu di salah satu negara bagian strategis, Bengal Barat.

Mamata Banerjee, 66, ditetapkan menjadi kepala Benggala Barat untuk ketiga kalinya setelah partai Kongres Trinamool (TMC) memenangkan mayoritas dua pertiga. Pejabat Pemilu mengatakan partai ini menempati lebih dari 200 kursi di majelis negara bagian dari total 294 kursi. Meski demikian, penghitungan akhir untuk beberapa kursi masih berlangsung.

Sementara itu, Modi sendiri kerap dikritik lantaran dianggap lebih mementingkan Pemilu daripada mengatasi krisis pandemi di negara itu. Beberapa ahli menyalahkan komisi pemilihan federal karena mengizinkan unjuk rasa dan pemungutan suara di mana banyak orang melanggar aturan jarak sosial dan pemakaian masker.


Modi diketahui aktif berkampanye bersama rekan-rekannya secara agresif di lima pemilihan negara bagian meskipun terjadi pandemi. Namun terlepas dari kekalahannya, BPJ Modi memperoleh keuntungan substansial, menjadikannya partai oposisi utama karena penghitungannya di badan legislatif negara bagian mencapai hampir 80 kursi dari hanya tiga kursi yang dimenangkan pada tahun 2016.

Dengan hasil itu, Banerjee menjadi satu-satunya menteri utama di negara tersebut. Banerjee sendiri dikenal kerap memberikan kritik yang tajam untuk Modi.

"Ini adalah penampilan yang luar biasa dari Mamata Banerjee karena Modi bertekad untuk memenangkan Bengal," kata Diptendu Bhaskar, seorang analis politik di Kolkata, ibukota Bengal Barat melansir Reuters. "Tetapi jelas bahwa seluruh mesin politik dan strateginya tidak mampu mengalahkannya."

Sebagian besar pemilihan suara dilakukan pada bulan Maret. Namun, pemungutan suara di beberapa daerah pemilihan berlanjut hingga April, tepat ketika India mulai mendeteksi ribuan infeksi virus corona baru setiap hari.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait