Kendall Jenner Ungkap Perjuangannya Lawan Rasa Cemas Selama Bertahun-tahun
Instagram/kendalljenner
Selebriti

Menurut Kendall Jenner, ada banyak orang di luar sana yang mungkin tidak akan percaya jika dirinya bisa mengalami gangguan kecemasan mengingat kehidupan yang dijalaninya cukup glamor.

WowKeren - Model Kendall Jenner baru-baru ini membuka diri tentang perjuangannya melawan rasa cemas atau anxiety selama bertahun-tahun dan juga hipokondria. Hal tersebut disampaikan olehnya saat wawancara bersama Vogue.

Dalam episode debut serial digital Vogue, Open-Minded: Unpacking Anxiety, supermodel berusia 25 tahun itu melakukannya dengan psikolog klinis Dr. Ramani Durvasula. Bintang "Keeping Up With the Kardashians" merefleksikan perjuangannya melawan kecemasan dan hipokondria yang dia alami sejak usia muda. Yang mana, perjuangannya itu pernah membuatnya mati rasa hingga sesak napas. Bahkan tak jarang ia merasa sedang sekarat.

"Saya pikir bekerja berlebihan dan berada dalam situasi yang saya alami sekarang bisa membuatnya di luar kendali," katanya. "Saya pernah mengalami saat-saat di mana saya merasa perlu dilarikan ke rumah sakit karena saya pikir jantung saya berdebar-debar dan saya tidak bisa bernapas dan saya membutuhkan seseorang untuk membantu saya. Kadang-kadang saya berpikir saya sedang sekarat."


Kendall memahami bahwa mungkin tak semua orang akan bersimpati dengan penderitaan yang dialaminya tersebut. Menurutnya, ada banyak orang di luar sana yang mungkin tidak akan percaya jika dirinya bisa mengalami gangguan kecemasan. Hal itu mengingat Kendall adalah supermodel terkenal dengan karier yang cemerlang.

"Akan ada orang-orang yang berkata, 'Oh, oke, apa yang perlu dia khawatirkan? Apa yang harus dia cemaskan?' dan saya tidak akan pernah duduk di sini dan mengatakan bahwa saya tidak beruntung," paparnya.

Meski demikian, Kendall tidak menampik bahwa kehidupan yang dia jalani memang bagi sebagian orang adalah kehidupan yang diimpikan. "Saya tahu saya menjalani gaya hidup yang sangat istimewa dan luar biasa. Saya adalah gadis yang sangat diberkati," lanjutnya.

Namun satu hal yang ingin ia tunjukkan adalah bahwa, kehidupan glamornya tidak membuatnya kebal terhadap tantangan kesehatan mental. "Terlepas dari apa yang dimiliki atau tidak dimiliki seseorang, bukan berarti mereka tidak memiliki perasaan dan emosi dalam kehidupan nyata," ujarnya melanjutkan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts