Pengamat Israel Sebut Agresi ke Gaza Segera Berakhir
Dunia

Kepala komentator politik Yedioth Ahronoth, Nahum Barnea, menyampaikan pada hari Jumat (14/5) bahwa pihak Israel telah bangga atas hasil yang mereka capai.

WowKeren - Konflik berkelanjutan antara Israel dan Palestina yang memakan korban jiwa masih menjadi perhatian dunia. Pengamat Israel menganggap bahwa agresi berkelanjutan yang dilakukan dengan pendudukan di Gaza sejak Senin (10/5) lalu "hampir berakhir".

Kepala komentator politik Yedioth Ahronoth, Nahum Barnea, menyampaikan pada hari Jumat (14/5) bahwa, "Terlepas dari semua pembicaraan tentang intensifikasi serangan, Operasi Guardian of The Wall akan segera berakhir." Barnea mengatakan bahwa pihak Israel telah bangga atas "pencapaian" yang mereka lakukan.

"Komando militer Israel bangga atas prestasi Angkatan Udara," ujar Barnea. "Termasuk kerusakan besar pada gudang senjata Hamas, pembunuhan perwira senior, serangan bawah tanah, penghancuran kantor Hamas dan menara kota."

Selama pertemuan kabinet, perwira tentara pendudukan mengklaim bahwa dari perspektif militer murni, Israel telah mencapai dalam 50 jam apa yang belum dicapai dalam 50 hari selama agresi di Gaza pada 2014. "Hamas tidak berjuang untuk real estate atau misilnya, melainkan untuk kesadaran," ujarnya.


Menurutnya, Pengeboman Yerusalem dan Gush Dan serta dan penembakan roket yang terus berlanjut, membuat Hamas muncul di hadapan Dunia Arab sebagai pelindung Yerusalem dan situs-situs suci. "Israel berada dalam labirin, karena kepemimpinan politik tidak berniat pindah ke operasi darat dan tidak ada rencana untuk menduduki daerah," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tidak ada yang berniat untuk mengubah paradigma maupun mengusir Hamas dari Gaza. "Pada akhir minggu, kita akan tahu apakah putaran pertarungan saat ini telah berakhir, atau sesuatu telah terjadi yang akan memperumit dan memperpanjang perang," paparnya.

Menurutnya, Yerusalem yang menjadi alasan di balik konflik itu kini tak lagi menjadi sorotan. "Tidak ada pertempuran di Masjid Al-Aqsa, tidak ada demonstrasi di Syekh Jarrah, tidak ada pawai bendera, dan di Tepi Barat, ada keheningan yang aneh seolah-olah perang sedang terjadi di benua lain."

Lebih jauh, ia memprediksi jika hal ini bisa jadi bukan akhir dari perang. "Tapi mungkin ini awal dari akhir," pungkasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts