Sempat Sukses Kendalikan COVID-19, Singapura dan Taiwan Kini Hadapi Ancaman Pandemi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Singapura dan Taiwan telah dilihat sebagai 'contoh' dalam mengendalikan pandemi, di mana penduduknya sebagian besar menjalani kehidupan sehari-hari tanpa takut terinfeksi.

WowKeren - Dua negara di Asia yang dianggap sukses tangani pandemi, Taiwan dan Singapura, kini tengah memberlakukan pembatasan ketat di dalam negeri. Kasus COVID-19 di kedua negara itu meningkat akhir-akhir ini sehingga diperlukan langkah pencegahan.

Di Taiwan, pihak berwenang mendorong warga untuk tetap berada di rumah, setelah negara itu mencatat rekor 180 kasus lokal baru pada Sabtu akhir pekan lalu. Tak hanya itu, negara itu juga membatasi pertemuan keluarga dan sosial dalam ruangan di Taipei maksimal dihadiri 5 orang sedangkan 10 orang untuk luar ruangan.

Sedangkan di Singapura, bekerja dari rumah (WFH) sekarang akan menjadi default seiring dengan langkah negara yang memberlakukan kembali tindakan lockdown. Adapun lockdown ini terakhir kali diberlakukan tahun lalu. Pemerintah setempat juga berencana untuk melakukan vaksinasi pada warganya yang berusia di bawah 16 tahun.


Singapura sebelumnya mengizinkan pelancong dari Taiwan masuk tanpa karantina. Namun pada Sabtu (15/5), Singapura mengumumkan larangan masuknya pelancong jangka pendek yang memiliki riwayat perjalanan ke Taiwan dalam 21 hari terakhir. Sementara bagi warga negaranya atau penduduk tetap, maupun pemegang izin jangka panjang diwajibkan untuk melakukan karantina ketika tiba di negara itu.

Taiwan telah memasukkan Singapura ke dalam daftar negara "berisiko menengah" bersama dengan Vietnam. Sebelumnya, Singapura masuk ke dalam kategori "risiko rendah" bersama dengan Selandia Baru, Makau, dan Australia.

Singapura dan Taiwan telah dilihat sebagai "contoh" keberhasilan pengendalian COVID-19, di mana penduduk setempat sebagian besar menjalani kehidupan sehari-hari tanpa takut terinfeksi di tengah kepanikan dunia akan virus corona yang melanda. Bahkan Singapura sempat dinobatkan sebagai tempat terbaik selama pandemi, menurut Bloomberg.

Sedangkan Taiwan, tidak satu pun mencatat infeksi domestik sejak April hingga Desember. Sementara itu, kebijakan pembatasan terbaru memicu fenomena panic buying untuk kebutuhan pokok, terutama mi instan dan tisu toilet. Jaringan supermarket Carrefour membatasi pembelian barang-barang seperti masker dan mi instan dan meminta orang-orang membeli seperlunya saja.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts