India Alami Krisis COVID-19, Negara G7 Dan UE Diminta Sumbangkan Pasokan Vaksin
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kasus COVID-19 di India telah mencapai angka yang sangat tinggi sehingga dikatakan sebagai krisis. Unicef meminta negara G7 Dan UE untuk menyumbangkan pasokan vaksin COVID-19 yang mereka miliki.

WowKeren - Negara-negara di dunia, khususnya produsen vaksin COVID-19 telah berjanji akan memasok vaksin secara rata. Hal itu dapat dilihat dari skema berbagi vaksin, COVAX.

Belakangan, Institute Serum India (SII) sebagai pemasok tunggal terbesar skema internasional gagal memenuhi pengiriman sesuai jadwal akibat ekspor yang ditangguhkan sejak Maret lalu. Mengetahui hal tersebut, lembaga anak-anak dunia Unicef akhirnya membeli dan mendistribusikan vaksin untuk skema COVAX.

Tidak hanya itu, dikarenakan adanya krisis COVID-19 di India, Unicef meminta negara-negara G7 dan Uni Eropa (UE) untuk segera menyumbangkan kelebihan pasokan vaksin mereka untuk COVAX. Berdasarkan data yang diterima Unicef, gabungan kelompok negara tersebut dapat menyumbangkan sekitar 153 juta dosis vaksin COVID-19.

SII sendiri harusnya menyuplai sekitar setengah dari total vaksin COVID-19 dalam skema COVAX. Akan tetapi SII tidak dapat melakukan pengiriman vaksin COVID-19 pada bulan Maret hingga Mei. Alhasil, skema tersebut diperkirakan akan mengalami kekurangan dosis sebanyak 190 juta pada akhir Juni.


"Sayangnya kami berada dalam situasi di mana kami tidak tahu kapan dosis selanjutnya akan muncul," ujar Gian Ghandi selaku koordinator COVAX di Unicef dikutip dari BBC.com, Senin (17/5). "Kami berharap semuanya akan berjalan kembali sesuai rencana, tetapi situasi di India tidak pasti dan merupakan sebuah kekhawatiran yang besar."

Sementara itu, beberapa negara telah memesan dosis vaksin dalam jumlah besar bahkan cukup untuk memvaksinasi masyarakatnya, termasuk anggota negara G7. Adapun anggota negara G7 adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat.

Unicef mengungkapkan bahwa negara-negara G7 yang kaya dan berkuasa dapat mengurangi defisit vaksin untuk negara-negara miskin dengan menyumbangkan 20 persen dari persediaan mereka di bulan Juni hingga Agustus. Prancis telah menjanjikan setengah juta dosis vaksin COVID-19 pada pertengahan Juni.

Belgia telah menjanjikan 100 ribu dosis vaksin COVID-19 pada beberapa minggu mendatang. Sementara untuk Spanyol, Swedia, dan Uni Emirat Arab adalah bagian dari beberapa negara lain yang berjanji untuk berbagi vaksin COVID-19 mereka miliki saat ini.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts