Foto lawas Nagita Slavina saat tampil mengenakan pakaian adat Papua usai dipilih sebagai Duta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada April 2021 lalu, mendadak tuai protes.
- Eny Kartini
- Selasa, 01 Juni 2021 - 12:06 WIB
WowKeren - Nama Nagita Slavina mendadak ramai jadi perbincangan. Rupanya hal itu lantaran foto lawasnya saat tampil mengenakan pakaian adat Papua kembali disorot.
Nagita diketahui pernah tampil dengan pakaian adat Papua usai dipilih sebagai Duta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada April 2021 lalu. Saat itu, banyak pihak memuji penampilan Nagita.
Namun kini foto Nagita itu mendapat protes dari akun @gyozagonza di Twitter. "Karena tidak ada lagi perempuan Papua Barat untuk mewakili budaya mereka sendiri. Apropriasi (kesadaran terhadap budaya) tu tidak cantik," tulis akun @gyozagonza, dikutip pada hari Selasa (1/6).
Akun @gyozagonza pun mengungkapkan kekecewaannya mengapa tidak menunjuk orang asil Papua untuk kampanye tersebut. Karena menurutnya, standar cantik tidak melulu identik dengan kulit putih.
"Dan berhenti membuat alasan untuk perempuan ini (Nagita) dia bisa saja menolak ketika mengetahui dia bukan orang Papua. Berhenti bikin alasan untuk org2 non-OAP (Orang Asli Papua), dia dewasa kan, dia bisa saja menolak," tulisnya.
"Kalau tdk mengerti CA atau tau ttg Papua dan budaya Papua, lebih baik diam ok," sambungnya. "Heran kenapa standar kecantikan masih kulit putih atau rambut lurus dll. Masa non-OAP mewakili orang pribumi di tanah pribumi? Make it make sense," tulisnya di cuitan lain.
Cuitan akun @gyozagonza itu rupanya benar-benar berhasil mencuri perhatian. Bahkan banyak warganet memberikan komentarnya. Mereka rupanya setuju dengan protes yang dilayangkan oleh akun @gyozagonza.
"Gw sih gak terlalu masalahin asalnya, tapi knpa NS yg terpilih? Apa gak ada wanita lain yg lbh mampu dan lbh paham budaya papua???" tulis salah satu warganet. "Kami mau tengok cenderawasih yang cantik, bukan gagak putih," sahut yang lain.
"Kek ga ada cewe aja di Papua nj**. Gob**** panitianya," sambung warganet yang lain. "Gak heran papua mau merdeka," timpal yang lainnya lagi.
(wk/enyk)